Akurat
Pemprov Sumsel

Pemerintah Bidik Produksi Beras 5 Juta Ton di 2026, Fokus ke Irigasi

Hefriday | 30 Mei 2025, 19:36 WIB
Pemerintah Bidik Produksi Beras 5 Juta Ton di 2026, Fokus ke Irigasi

AKURAT.CO Pemerintah menargetkan produksi beras nasional meningkat signifikan dalam dua tahun ke depan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa pada 2026, Indonesia membidik produksi sebesar 5 juta ton beras, naik dari target 3 juta ton yang ditetapkan untuk tahun 2025.

Namun, pencapaian target ambisius tersebut bergantung pada penyelesaian proyek jaringan irigasi untuk dua juta hektare lahan pertanian. 
 
“Kalau irigasi yang dua juta hektare selesai, mudah-mudahan (naik jadi 5 juta ton). Kan saat ini target produksi berasnya 3 juta,” ujar Amran dalam acara syukuran 4 juta ton cadangan beras pemerintah (CBP), di Jakarta, Jumat (30/5/2025).
 
Proyek pembangunan dan normalisasi jaringan irigasi ini dilakukan bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
 
Jika berjalan lancar, Amran optimistis produksi beras akan melonjak signifikan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
 
 
Terkait target tahun 2025, Amran menyatakan optimisme tinggi. Ia mengungkapkan bahwa hingga akhir Mei 2025, Indonesia telah memproduksi sekitar 2,4 juta ton beras, atau sekitar 80,26% dari target tahunan. 
 
“Sekarang sudah 80 persen, tetapi masih ada waktu 7 bulan (untuk mencapai target),” katanya.
 
Bahkan, ia memperkirakan produksi beras dapat melebihi target yang telah ditetapkan oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto.
 
Hal ini mengindikasikan tren produksi positif dan perbaikan signifikan dalam sektor pertanian Indonesia, khususnya beras.
 
Hingga Jumat (30/5/2025), data real-time menunjukkan bahwa serapan beras oleh Perum Bulog telah mencapai 2.407.863 ton.
 
Sementara itu, total stok beras nasional tercatat sebesar 4.001.279 ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,59 juta ton berasal dari impor.
 
Amran menegaskan bahwa angka serapan Bulog tersebut merupakan rekor tertinggi sejak lembaga itu berdiri pada tahun 1969.
 
Capaian ini dianggap sebagai bukti keberhasilan sejumlah kebijakan strategis di sektor pertanian yang telah dijalankan pemerintahan saat ini.
 
Dirinya juga menyebutkan bahwa konsistensi Presiden dalam mengeluarkan berbagai Instruksi Presiden (Inpres) turut memperkuat fondasi produksi nasional.
 
Beberapa kebijakan yang disebut antara lain reformasi sistem distribusi pupuk serta penguatan fungsi penyuluh pertanian di tingkat desa.
 
Selain mengejar swasembada, pemerintah juga mulai menargetkan ekspor beras ke luar negeri.
 
Selain Malaysia yang sudah menjadi mitra impor rutin, Indonesia juga tengah membidik sejumlah negara di kawasan ASEAN untuk memperluas pasar ekspor beras nasional.
 
Tak hanya produksi yang meningkat, kinerja Bulog dalam menyimpan dan mendistribusikan beras juga menunjukkan kemajuan. 
 
“Saat ini Bulog telah menyewa gudang 1,4 juta ton dan sudah hampir penuh. Dulu tidak sewa saja tidak penuh,” kata Amran. 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa