Akurat
Pemprov Sumsel

Wamendag Sambut Rencana Daikin Jadikan RI Basis Produksi di Asia Tenggara

Hefriday | 12 Juni 2025, 19:08 WIB
Wamendag Sambut Rencana Daikin Jadikan RI Basis Produksi di Asia Tenggara

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia menyambut baik langkah strategis Daikin Industries Ltd yang menjadikan Indonesia sebagai basis produksi utama untuk kawasan Asia Tenggara.

Komitmen ini dinilai sejalan dengan upaya nasional untuk memperkuat daya saing industri dalam negeri, memperluas pangsa pasar ekspor, dan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.
 
Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, mengungkapkan apresiasinya saat bertemu langsung dengan jajaran manajemen Daikin di Osaka, Jepang, Rabu (11/6/2025).
 
Dalam pertemuan tersebut, Wamendag menekankan pentingnya penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam produksi AC agar nilai tambah dari industri ini bisa semakin dirasakan oleh ekonomi nasional.
 
“Kami berharap kehadiran PT Daikin Industries Indonesia tak hanya fokus pada pasar domestik, namun juga memperluas jangkauan ke pasar ekspor. Pemerintah siap mendukung perluasan ini melalui berbagai fasilitas, termasuk perjanjian dagang strategis seperti FTA, PTA, dan CEPA,” ujar Wamendag Roro dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (12/6/2025). 
 
 
Menurutnya, pasar global untuk produk pendingin udara masih terbuka lebar, namun Indonesia baru memiliki pangsa pasar yang relatif kecil. Tantangan ini harus dijawab dengan peningkatan kapasitas produksi dan daya saing, termasuk melalui investasi teknologi dan pelatihan tenaga kerja.
 
Indonesia saat ini tercatat sebagai eksportir ke-28 dunia untuk produk pendingin udara berdasarkan kategori HS 8415, dengan pangsa pasar hanya 0,29%. Namun, tren pertumbuhan ekspor menunjukkan optimisme. 
 
Pada tahun 2024, nilai ekspor AC Indonesia mencapai USD197,6 juta, tumbuh 85,5% dibanding tahun sebelumnya.
 
Sementara itu, Chairman of The Board and CEO Daikin Industries Ltd, Masanori Togawa, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Indonesia terhadap pembangunan pabrik pertama Daikin di Cikarang, Jawa Barat.
 
Ia juga mengungkapkan niat perusahaan untuk memperluas investasi dengan mendirikan fasilitas produksi AC industri di tanah air.
 
“Daikin ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi untuk Asia Tenggara dan mengembangkan fasilitas manufaktur baru yang juga menyasar kebutuhan industri,” kata Togawa dalam pertemuan tersebut.
 
Pembukaan pabrik Daikin di Cikarang menjadi salah satu penanda bahwa Indonesia masih menjadi destinasi investasi yang menjanjikan, terutama bagi industri berbasis teknologi dan manufaktur.
 
Keberadaan pabrik ini diharapkan menyerap tenaga kerja lokal terampil dan meningkatkan kualitas produksi dalam negeri.
 
Wamendag Roro menegaskan, kerja sama ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan perdagangan antara Indonesia dan Jepang.
 
Lebih dari sekadar keuntungan komersial bagi Daikin, investasi ini mencerminkan kepercayaan terhadap stabilitas dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia.
 
Saat ini, lima negara tujuan utama ekspor pendingin udara Indonesia adalah Amerika Serikat (68,27%), Vietnam (20,68%), Korea Selatan (6,38%), Malaysia (5,51%), dan Taiwan (2,73%).
 
Dengan bertambahnya kapasitas produksi nasional, Indonesia berpeluang memperluas pasar ke kawasan lainnya di masa mendatang.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa