Pembangunan Proyek Ekosistem Industri Baterai EV Dukung Transisi Energi

AKURAT.CO Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) mengapresiasi langkah Grup MIND ID dalam membangun proyek ekosistem industri baterai kendaraan listrik (EV) terintegrasi di Buli, Halmahera Timur, dan Karawang, Jawa Barat.
Langkah strategis Grup MIND ID ini dinilai sebagai upaya kunci untuk mengamankan posisi Indonesia dalam rantai pasok kendaraan listrik global, yang saat ini tengah berkembang pesat guna memperkuat transisi energi.
Direktur Eksekutif KPBB, Ahmad Safrudin, menyampaikan bahwa transformasi industri untuk memproduksi kendaraan listrik secara mandiri telah menjadi kebutuhan utama banyak negara maju, khususnya dalam mendukung agenda transisi energi.
Baca Juga: MIND ID Dukung ANTAM Perkuat Hilirisasi dan Kemandirian Industri
Indonesia sendiri memiliki posisi yang sangat strategis karena memiliki kekayaan sumber daya alam yang menjadi bahan baku utama industri ini, mulai dari nikel, kobalt, hingga aluminium.
"Oleh karena itu, peran BUMN strategis seperti Grup MIND ID sangat penting untuk memastikan bahwa kekayaan ini tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah di dalam negeri yang dapat mendukung transisi energi," ujar Ahmad, Sabtu (12/7/2025).
Ahmad menilai bahwa sebagai induk holding industri pertambangan, MIND ID berada dalam posisi ideal untuk menjadi lokomotif. Terlebih MIND ID dapat mengintegrasikan rantai pasok dari hulu ke hilir dari seluruh komoditas mineral dan batu bara kelolaan Anggota MIND ID.
"MIND ID harus menjadi tulang punggung dalam pengembangan industri baterai EV. Mereka punya akses ke bahan baku, anak usaha yang relevan, dan kekuatan koordinatif untuk membangun industri nasional yang kompetitif," urainya.
Ahmad juga mendorong penguatan program keberlanjutan agar peran MIND ID dalam hilirisasi industri semakin adaptif terhadap tantangan lingkungan di masa mendatang.
Baca Juga: MIND ID Perkuat UMKM Sulawesi untuk Serap Tenaga Kerja Lokal
Ia menekankan bahwa MIND ID harus mampu konsisten menciptakan operasional industri yang mendukung Net Zero Emission (NZE), serta efisiensi dalam penggunaan energi.
"Dengan penguatan program keberlanjutan secara komprehensif, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh MIND ID, tetapi juga lingkungan alam, sehingga juga dapat menjamin keberlanjutan operasional perusahaan di masa depan," pungkas Ahmad.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









