Bahlil Bongkar Alasan PNBP Sektor ESDM Baru 46 Persen Hingga Juni 2025

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) hingga Juni 2025 mencapai Rp117,11 triliun.
Realisasi tersebut baru sekitar 46% dari target yang dipatok pada 2026 yaitu sebesar Rp254 triliun.
Bahlil mengakui pencapaian target tahun ini cukup menantang lantaran adanya tren penurunan harga komoditas, terutama batubara yang cukup dalam sejak awal tahun.
Baca Juga: DPR Setujui Pagu Anggaran Kementerian ESDM 2026 Sebesar Rp8,1 Triliun
"Kami harus menyampaikan bahwa harga komoditas khususnya batubara ini turunnya agak jauh sekali, sekitar 25% sampai dengan 35% untuk sampai dengan bulan Juni. INi memang karena pasar global lagi tidak menentu," terangnya saat rapat kerja (raker) bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (14/7/2025).
Lebih lanjut Bahlil menjelaskan bahwa sektor pertambangan mineral dan batubara (minerba) masih menjadi penyumbang terbesar PNBP dengan kontribusi sebesar Rp66,21 triliun. Kemudian disusul oleh sektor migas yang menyumbang Rp48,82 triliun, panas bumi Rp0.82 triliun dan lainnya Rp1,25 triliun.
Dirinya menerangkan bahwa PNBP Sektor lainnya itu mencakup iuran badan usaha hilir migas, penerima layanan KESDM, penerimaan denda di lingkungan KESDM, penerimaan pendidikan, penerimaan BLU dan PNBP lainnya.
Baca Juga: Anggaran Kementerian ESDM Tembus Rp8,1 Triliun di RAPBN 2026, Ini Rinciannya
Bahlil menegaskan, meskipun dihadapkan pada beagam tantangan tersebut, haknya masih optimis bahwa target tahun ini masih dapat dikejar.
"Jadi insya Allah untuk target APBN bisa kita capai secara keseluruhan untuk 2025 sekalipun memang kerjanya berat, Bapak-Ibu semua ini memang kerjanya berat karena harga komoditas lagi pasang surut," jelasnya.
Dalam kesempatan ini, Bahlil juga memamerkan bahwa pihaknya memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas laporan keuangan tahun 2024.
"Dan Insya Allah 2025 kita akan melakukan perbaikan sebagaimana mestinya," tukas Bahlil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








