Akurat
Pemprov Sumsel

Zulhas: Swasembada Pangan Butuh Investasi Teknologi, Bukan Sekadar Lahan

Hefriday | 24 Juli 2025, 15:35 WIB
Zulhas: Swasembada Pangan Butuh Investasi Teknologi, Bukan Sekadar Lahan

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi modern menjadi faktor krusial dalam upaya mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan di Indonesia.

Menurutnya, penerapan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), sensor cuaca, hingga sistem irigasi otomatis bukan sekadar biaya, melainkan investasi jangka panjang yang akan membawa dampak signifikan bagi sektor pertanian nasional.

“Memang kita mengatakan teknologi itu mahal, tapi sebetulnya tidak. Karena teknologi itu adalah investasi,” ujar Zulkifli Hasan, di acara Green Impact Festival di Jakarta, Kamis (24/7/2025).

Baca Juga: Dorong Swasembada Pangan, Pupuk Indonesia Sambut Kopdes Merah Putih

Zulhas mencontohkan bagaimana negara-negara seperti China berhasil memanfaatkan teknologi secara masif untuk membangun sistem cadangan pangan nasional. Melalui konsep smart farming, China mampu meningkatkan efisiensi dan hasil pertanian secara signifikan, sekaligus memperluas cakupan lahan produksi.

Dengan penggunaan teknologi canggih seperti AI untuk prediksi cuaca dan pengolahan tanah, China mampu meningkatkan hasil panen secara drastis.

“Di China, penggunaan teknologi tanam bisa menghasilkan 10 ton padi per hektare, sementara tanpa teknologi hanya sekitar 5 ton,” jelas Zulhas.

Tidak hanya China, Brasil juga disebut sebagai contoh negara yang sukses menerapkan teknologi dalam sistem pertaniannya. Dalam sektor gula, Brasil memanfaatkan teknologi pembibitan yang memungkinkan masa panen berlangsung hingga 7-10 tahun dalam satu siklus tanam.

“Sekali lagi, karena teknologi,” tegas Zulhas.

Di Indonesia sendiri, upaya menuju pertanian modern mulai digalakkan. Meski masih jauh dibandingkan negara lain, penggunaan drone untuk penyemprotan pupuk dan combine harvester untuk penanaman padi telah mulai diperkenalkan di sejumlah daerah sebagai langkah awal menuju transformasi digital di sektor pangan.

Baca Juga: Kadin Gandeng Pemkab Parigi Moutong Buka 100 Ribu Hektare Lahan Pertanian Durian

Lebih lanjut, pemerintah juga sedang mengembangkan konsep smart green house yang mampu mengatur suhu, kelembaban, dan sistem penyiraman secara otomatis. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian hortikultura serta mengurangi ketergantungan terhadap kondisi alam.

Zulhas menekankan bahwa ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada perluasan lahan atau peningkatan produksi secara tradisional. Modernisasi dan digitalisasi menjadi kunci agar Indonesia dapat melepaskan diri dari ketergantungan impor pangan dan memenuhi kebutuhan dalam negeri secara berkelanjutan.

“Swasembada pangan hanya akan tercapai jika kita berani berinvestasi pada teknologi pertanian. Ini bukan soal kemewahan, tapi soal strategi jangka panjang,” ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi