AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kopkel) Merah Putih di Desa Pucangan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jawa Timur telah kembali beroperasi.
Koperasi yang sempat ditutup sehari setelah diresmikan Presiden Prabowo Subianto itu, menurut Zulhas, mengalami gangguan karena kesalahpahaman internal antara pihak desa dan mitra koperasi.
Zulhas menjelaskan, permasalahan yang sempat menimbulkan kehebohan itu terjadi lantaran Kepala Desa Pucangan tidak menyebutkan peranan mitra koperasi, yakni PT Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat (PPSD), dalam sesi wawancara bersama Presiden. Hal ini dianggap sebagai bentuk pengabaian kontribusi PPSD dalam pengembangan koperasi tersebut.
"Sudah selesai. Jadi gini, itu waktu wawancara dengan Presiden, tidak menyebut nama pondoknya. Jadi malamnya sudah kembali normal," ujar Zulhas di Jakarta, Jumat (25/7/2025).
Penutupan tersebut disertai dengan pembongkaran gerai, penarikan perlengkapan, serta penghapusan papan nama koperasi yang memuat gambar Presiden. Tindakan ini menuai perhatian publik dan menimbulkan pertanyaan mengenai kelanjutan program koperasi Merah Putih yang baru saja dicanangkan.
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Chusni Mubarok menegaskan bahwa persoalan tersebut bukanlah kesalahan konsep koperasi secara kelembagaan. Menurutnya, penutupan yang terjadi merupakan dinamika internal antara pengurus koperasi dan mitranya.
“Peristiwa tersebut sebagai hal yang wajar dalam dinamika kelembagaan koperasi. Jadi bukan karena Koperasi Desa Merah Putih secara kelembagaan maupun substansi programnya,” kata Chusni.
Chusni juga menekankan bahwa semangat membangun koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat tidak boleh surut hanya karena adanya persoalan administratif. Justru, kata dia, peristiwa ini harus dijadikan momentum untuk memperkuat koordinasi antara semua pihak yang terlibat dalam koperasi.
“Hal-hal seperti ini wajar terjadi. Tapi saya yakin Koperasi Desa Merah Putih akan terus berjalan dan menjadi kekuatan ekonomi bangsa. Bahkan ini menjadi pembelajaran penting bagi pengurus lain agar kasus serupa tidak terulang di masa depan,” ujarnya menambahkan.
Lebih lanjut, Chusni menyatakan bahwa DPRD Jawa Timur akan terus melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap program Koperasi Merah Putih. Ia menegaskan pentingnya memastikan koperasi ini berjalan dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat pedesaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









