Akurat
Pemprov Sumsel

RI - Selandia Baru Bakal Genjot Perdagangan hingga USD3,6 Miliar pada 2029, Fokus ke Pangan dan EBT

Hefriday | 8 Agustus 2025, 20:54 WIB
RI - Selandia Baru Bakal Genjot Perdagangan hingga USD3,6 Miliar pada 2029, Fokus ke Pangan dan EBT

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan terus mendorong penguatan hubungan ekonomi bilateral dengan berbagai negara mitra.

Salah satu langkah terbaru adalah pertemuan antara Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, dan Menteri Perdagangan dan Investasi Selandia Baru, Todd Michael McClay, yang digelar di Jakarta pada Jumat (8/8/2025).

Keduanya sepakat untuk mengeksplorasi potensi kerja sama di sejumlah sektor prioritas. Dalam pertemuan tersebut, Budi Santoso menegaskan bahwa kolaborasi yang kuat antara Indonesia dan Selandia Baru akan berkontribusi pada ketahanan ekonomi kedua negara.

Ia menyebutkan sektor pangan dan pertanian, energi terbarukan seperti panas bumi, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sebagai fokus utama kerja sama ke depan.

“Kami melihat potensi besar dalam kolaborasi di sektor pangan dan energi terbarukan, serta perlunya dukungan terhadap UMKM agar mampu bersaing di pasar global,” ujar Budi.

Baca Juga: Wamendag ajak Diaspora di Selandia Baru Eksplorasi Pasar Untuk Produk UKM RI

Pertemuan kedua menteri tersebut juga membahas berbagai tantangan yang tengah dihadapi dalam perdagangan global, termasuk kebijakan tarif sepihak yang diberlakukan oleh beberapa negara besar. Keduanya menekankan pentingnya menciptakan kepastian berusaha guna menjaga keberlanjutan aktivitas perdagangan internasional yang sehat dan adil.

“Indonesia dan Selandia Baru sepakat bahwa stabilitas dan kepastian hukum dalam perdagangan adalah faktor utama untuk menjaga keberlangsungan usaha, terutama di tengah ketidakpastian global saat ini,” kata Budi.

Dalam diskusi tersebut, Budi dan McClay juga mengangkat target ambisius dalam hubungan perdagangan bilateral. Keduanya menyepakati tujuan bersama untuk meningkatkan nilai perdagangan bilateral menjadi NZD6 miliar dolar atau sekitar USD3,6 miliar, pada tahun 2029.

Target ini sesuai dengan Rencana Aksi Kemitraan Komprehensif Indonesia–Selandia Baru (PoA) 2025–2029 yang telah disepakati sebelumnya.

Menurut Budi, capaian tersebut sangat memungkinkan untuk diraih, terutama dengan memaksimalkan kerja sama melalui skema perdagangan internasional yang telah berlaku. Beberapa di antaranya seperti ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Area (AANZFTA) dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Sementara itu, Menteri McClay menegaskan pentingnya keberlanjutan hubungan erat yang telah lama terjalin antara kedua negara. Ia menilai, kolaborasi yang kuat antara Indonesia dan Selandia Baru dapat menjadi model kemitraan yang solutif di tengah ketegangan global yang terus meningkat.

“Kami sangat mengapresiasi hubungan dagang yang telah dibangun bersama Indonesia dan berharap kerja sama ini dapat berkontribusi sebagai solusi dalam menghadapi tantangan perdagangan dunia,” ujar McClay.

Data perdagangan pada semester pertama 2025 mencerminkan optimisme kedua belah pihak. Total nilai perdagangan Indonesia dan Selandia Baru tercatat sebesar USD963,23 juta, naik 21,56% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka USD792,39 juta.

Ekspor Indonesia ke Selandia Baru pada Januari–Juni 2025 mencapai USD374,89 juta, dengan komoditas unggulan seperti bungkil minyak, batu bara, perangkat elektronik, trafo listrik, serta produk kayu.

Sementara itu, impor Indonesia dari Selandia Baru mencapai USD588,35 juta, didominasi oleh produk susu dan krim, mentega, keju, serta perangkat radar.

Kementerian Perdagangan menilai peningkatan perdagangan ini sebagai indikasi positif bahwa Indonesia mampu memperluas jangkauan pasarnya di wilayah Pasifik Selatan. Pemerintah juga akan terus mendorong pelaku UMKM agar lebih adaptif dan mampu memenuhi standar pasar ekspor, terutama di negara-negara maju seperti Selandia Baru.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa