AKURAT.CO PT Merak Chemicals Indonesia (MCCI), produsen Purified Terephthalic Acid (PTA), menyatakan komitmennya untuk memperkuat pasokan bahan baku guna mendukung kebutuhan industri dalam negeri.
PTA merupakan komponen penting bagi sektor tekstil serta kemasan plastik, yang belakangan ini menghadapi tantangan berat akibat tekanan impor.
Presiden Direktur MCCI, Anang Adji Sunoyo, menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan program pemerintah dalam mempercepat substitusi impor dan hilirisasi industri.
Menurutnya, memperkuat rantai pasok nasional merupakan kunci agar industri domestik lebih tangguh menghadapi gejolak pasar global.
“Dengan dukungan produsen lokal, kami siap memperkuat pasokan bahan baku dan mendukung industri agar tidak terlalu bergantung pada impor,” ujar Anang dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (18/8/2025).
Baca Juga: Pemerintah Tolak BMAD Benang China demi Jaga Rantai Industri Tekstil
Dirinya menambahkan, kondisi industri tekstil saat ini tengah tertekan akibat fenomena impor dumping yang merugikan pelaku usaha hulu maupun tengah. Situasi ini berpotensi melemahkan daya saing nasional jika tidak diimbangi dengan penguatan industri lokal.
Padahal, Indonesia memiliki modal besar untuk memperkuat ekosistemnya. Sebagai salah satu dari tiga negara, selain China dan India, Indonesia memiliki struktur industri tekstil yang lengkap, mulai dari hulu hingga hilir.
Potensi tersebut diyakini dapat dimaksimalkan melalui ketersediaan bahan baku yang stabil dan terjangkau.
Anang menekankan bahwa kehadiran produsen domestik bukan hanya soal ketersediaan produk, tetapi juga memberi dampak luas pada efisiensi industri secara keseluruhan.
Suplai yang kuat dari dalam negeri dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor serta meminimalkan risiko akibat fluktuasi harga global. “Kami percaya bahwa hilirisasi bukan sekadar program pemerintah, tapi kebutuhan nyata bagi keberlanjutan industri kita,” jelasnya.
Menurut dia, hilirisasi adalah fondasi untuk menjadikan sektor tekstil dan plastik lebih kompetitif di pasar internasional.
Lebih jauh, Anang menyampaikan bahwa kekuatan industri nasional hanya bisa terwujud melalui sinergi antara produsen hulu dan hilir.
Kerja sama tersebut diyakini mampu menciptakan rantai pasok yang lebih solid, sekaligus mempercepat pertumbuhan industri padat karya seperti tekstil. “Kalau hulu kuat, hilir bisa berlari lebih cepat. Dan kami siap menjadi bagian dari mesin pertumbuhan itu,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal










