Masih Evaluasi, ESDM Sebut Banyak Investor Lirik Proyek Kilang Tuban

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara perihal kelanjutan proyek kilang minyak di Tuban. Banyak negara yang melirik ditengah tekanan geopolitik, termasuk sanksi Barat terhadap mitra proyek asal Rusia, Rosneft.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung mengatakan proses Final Investment Decision (FID) proyek Kilang Tuban masih diharapkan bisa berjalan sesuai rencana.
Yuliot menyebut pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) terkait perkembangan terkini.
Baca Juga: ESDM Minta Shell dan BP Serahkan Data Kebutuhan BBM dan Spesifikasi
Menurutnya, kementerian memiliki pembagian tugas dalam memastikan kelanjutan proyek strategis nasional tersebut.
“Saya cek sama Dirjen Migas dulu. Kita harapkan apa yang sudah diinisiasi itu bisa berlanjut,” kata Yuliot dikutip, Kamis (11/9/2025).
Sementara itu, Direktur Jenderal Migas, Laode Sulaeman, memastikan proyek kilang minyak di Tuban masih dalam tahap evaluasi, khususnya terkait Final Investment Decision (FID) dengan mitra Rusia, Rosneft.
Laode menyampaikan bahwa hingga saat ini Rosneft masih menjadi pemegang perjanjian kerja sama dalam pembangunan kilang tersebut.
Namun, pemerintah tetap membuka ruang bagi pihak lain yang berminat masuk sebagai investor, dengan catatan seluruh analisis dan kajian dilakukan secara menyeluruh.
“Kita evaluasi dulu ya Karena banyak yang mau masuk, Rosneft-nya masih tetap untuk bisa kepemilikannya disitu,” ujarnya.
Laode menambahkan, meskipun ada minat dari sejumlah pihak di luar Rosneft, pemerintah tetap harus memperhatikan perjanjian yang telah berlaku.
Baca Juga: ESDM Respons KPPU Soal Dugaan Monopoli BBM
Oleh karena itu, langkah lanjutan masih menunggu hasil analisis dan keputusan bersama dengan para pemangku kepentingan.
“Kalau selain sama (Rosneft) banyak yang mau, tapi kita kan harus analisis dulu karena kan perjanjiannya sama Rosneft masih berlaku,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, Komisi XII DPR RI mengungkapkan bahwa keputusan investasi akhir atau final investment decision (FID) proyek Grass Root Refinery (GRR) Tuban atau Kilang Tuban bakal selesai pada Agustus 2025.
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dengan Rosneft, raksasa migas asal Rusia untuk memastikan hal tersebut.
"FID akan nanti bulan Agustus, maka akan terjadi percepatan, maka kita kunjungi mereka kemarin, kita panggil dari GRR Tuban, kita panggil Pertamina Kilang, kita duduk bersama," jelasnya ketika ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, dikutip Selasa (15/7/2025).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










