ESDM Turunkan Tim Pantau Kebocoran Pipa Minyak PT Vale di Luwu Timur

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut sudah mengirimkan tim untuk turun untuk melihat situasi kebocoran pipa minyak milik PT Vale.
Adapun, pada tanggal 23 Agustus 2025, terjadi kebocoran pipa minyak di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung menyampaikan bahwa tim tersebut masih berada disana dan belum melaporkan hasil dari pemantauan.
“Ini kan juga inspektur, ini kan lagi turun ke lapangan. Ini (tim) belum menyampaikan laporan balik,” kata Yuliot di Kementerian ESDM, Jumat (12/9/2025).
Baca Juga: ESDM Tetapkan TIS Petroleum Menang Lelang WK Migas Perkasa
Diberitakan sebelumnya, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menegaskan komitmen penuh untuk menangani situasi kebocoran pipa minyak di Kecamatan Towuti, Luwu Timur, secara cepat, transparan, dan bertanggung jawab.
Sumber kebocoran telah berhasil diidentifikasi dan diisolasi, dan hingga saat ini seluruh tim teknis bekerja siang dan malam untuk menghentikan penyebaran aliran minyak sebagai prioritas utama.
Presiden Direktur PT Vale, Bernardus Irmanto, menekankan bahwa perusahaan menempatkan keselamatan masyarakat dan pemulihan lingkungan di atas segalanya.
“Kami memahami betapa berat situasi ini bagi masyarakat Towuti. Doa dan dukungan semua pihak sangat berarti bagi kami. Fokus utama kami adalah menghentikan penyebaran aliran minyak, dan kami bekerja bersama pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan langkah penanganan berjalan dengan cepat dan tepat,” kata Bernadus dalam keterangannya dikutip, Selasa (26/8/2025).
Baca Juga: Masih Evaluasi, ESDM Sebut Banyak Investor Lirik Proyek Kilang Tuban
PT Vale menyadari sepenuhnya bahwa masyarakat berhak mengetahui perkembangan penanganan yang sedang dilakukan. Karena itu, perusahaan membuka akses informasi secara berkala melalui posko pengaduan dan kanal resmi, serta menyusun laporan harian bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu Timur untuk memastikan akuntabilitas publik.
Perusahaan juga terus berkoordinasi erat dengan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Kecamatan Towuti, BPBD, DLH, aparat kepolisian, TNI, serta seluruh pemangku kepentingan terkait, termasuk menerima kunjungan Inspektur Tambang dan tim dari Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen Gakkum KLHK) sebagai bentuk keterbukaan dan transparansi.
Di tengah penanganan darurat, PT Vale juga menaruh perhatian pada masyarakat terdampak. Perusahaan menyediakan dukungan logistik dan layanan kesehatan, serta melibatkan warga setempat dalam upaya penanganan untuk memastikan solidaritas dan kebermanfaatan ekonomi tetap terjaga.
Posko pengaduan dan informasi resmi telah dibuka di Kantor Camat Towuti sebagai ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan maupun mendapatkan informasi langsung dari tim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










