Mentan Harap Kasus Tumpahan Minyak Vale Indonesia Tak Ganggu Target Swasembada Pangan
Hefriday | 14 September 2025, 17:09 WIB

AKURAT.CO Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, kerusakan puluhan hektare sawah akibat tumpahan minyak PT Vale Indonesia di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, tidak akan mengganggu program percepatan swasembada pangan nasional.
Menurut Amran, pemerintah masih memiliki lahan produktif yang bisa dimaksimalkan mencapai 7,3 juta hektare. Selain itu, pemerintah juga berfokus pada pencetakan lahan baru dengan target 225 ribu hektare pada tahun ini. Bahkan, pada tahun depan, pemerintah menargetkan tambahan 300 ribu hingga 500 ribu hektare sawah baru.
“Mudah-mudahan dengan doa rakyat dan petani, kita bisa segera umumkan bahwa Indonesia telah swasembada pangan. Presiden juga sudah memberikan instruksi agar target ini bisa dicapai sesingkat-singkatnya,” kata Amran dalam keterangannya, Minggu (14/9/2025).
“Mudah-mudahan dengan doa rakyat dan petani, kita bisa segera umumkan bahwa Indonesia telah swasembada pangan. Presiden juga sudah memberikan instruksi agar target ini bisa dicapai sesingkat-singkatnya,” kata Amran dalam keterangannya, Minggu (14/9/2025).
Baca Juga: Kementan Siapkan Rp40 Triliun untuk Perkuat Swasembada Pangan 2026
Amran menekankan bahwa upaya tersebut merupakan bagian dari transformasi besar dalam membangun sektor pertanian yang sehat, mandiri, dan berkeadilan. Menurutnya, pertanian tidak hanya sekadar menyangkut produksi, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi ketahanan ekonomi nasional.
Lebih jauh, Mentan menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan sistem pangan yang berkeadilan. Salah satunya melalui tindakan tegas terhadap praktik curang yang merugikan petani, termasuk mafia pangan.
Amran menekankan bahwa upaya tersebut merupakan bagian dari transformasi besar dalam membangun sektor pertanian yang sehat, mandiri, dan berkeadilan. Menurutnya, pertanian tidak hanya sekadar menyangkut produksi, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi ketahanan ekonomi nasional.
Lebih jauh, Mentan menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan sistem pangan yang berkeadilan. Salah satunya melalui tindakan tegas terhadap praktik curang yang merugikan petani, termasuk mafia pangan.
“Satu kata, tindak tegas. Kita tidak boleh kompromi terhadap praktik curang yang merugikan petani,” tegasnya.
Upaya peningkatan produksi pangan sejauh ini menunjukkan perkembangan positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, potensi produksi beras nasional pada Januari hingga Oktober 2025 mencapai 31,04 juta ton. Angka ini menunjukkan tren peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Prediksi serupa juga datang dari lembaga internasional. Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) memperkirakan produksi beras Indonesia untuk musim tanam 2024/2025 akan mencapai 34,6 juta ton. Capaian ini menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar di Asia Tenggara, melampaui Thailand dan Vietnam yang selama ini dikenal sebagai eksportir utama beras.
Tak hanya itu, Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) juga memperkirakan produksi beras Indonesia bakal menembus 35,6 juta ton pada tahun 2025. Kenaikan tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan produksi beras tertinggi kedua di dunia setelah Brasil.
Pencapaian ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor beras. Dengan swasembada, Indonesia berpeluang besar tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga berkontribusi sebagai pemain penting dalam perdagangan beras internasional.
Meski demikian, Amran mengingatkan bahwa pencapaian swasembada pangan membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, petani, dan masyarakat. Ia menekankan pentingnya dukungan teknologi, inovasi, serta komitmen semua pihak agar target besar ini dapat terwujud dalam waktu dekat.
Upaya peningkatan produksi pangan sejauh ini menunjukkan perkembangan positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, potensi produksi beras nasional pada Januari hingga Oktober 2025 mencapai 31,04 juta ton. Angka ini menunjukkan tren peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Prediksi serupa juga datang dari lembaga internasional. Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) memperkirakan produksi beras Indonesia untuk musim tanam 2024/2025 akan mencapai 34,6 juta ton. Capaian ini menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar di Asia Tenggara, melampaui Thailand dan Vietnam yang selama ini dikenal sebagai eksportir utama beras.
Tak hanya itu, Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) juga memperkirakan produksi beras Indonesia bakal menembus 35,6 juta ton pada tahun 2025. Kenaikan tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan produksi beras tertinggi kedua di dunia setelah Brasil.
Pencapaian ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor beras. Dengan swasembada, Indonesia berpeluang besar tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga berkontribusi sebagai pemain penting dalam perdagangan beras internasional.
Meski demikian, Amran mengingatkan bahwa pencapaian swasembada pangan membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, petani, dan masyarakat. Ia menekankan pentingnya dukungan teknologi, inovasi, serta komitmen semua pihak agar target besar ini dapat terwujud dalam waktu dekat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








