Bos Kadin: Tak Bisa Hanya Andalkan Industri Tanpa Ada Wirausaha Yang Sukses

AKURAT.CO Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) memperkuat komitmen untuk mencetak lebih banyak wirausaha baru.
Langkah ini dinilai penting guna mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai target 8%.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menegaskan bahwa penciptaan lapangan kerja tidak bisa hanya bergantung pada industri besar. Peran wirausaha dinilai krusial agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara luas.
“Kita berharap penyerapan tenaga kerja ke industri terus meningkat. Tapi tidak bisa hanya mengandalkan industri tanpa ada wirausaha yang sukses, terutama pengusaha-pengusaha baru,” kata Anindya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (21/9/2025).
Menurut Anindya, langkah yang ditempuh Kadin meliputi penguatan sinergi dengan pemerintah, peningkatan daya tarik investasi, hingga penyusunan kebijakan yang kondusif untuk melahirkan pengusaha kelas menengah.
Baca Juga: Kadin Dorong Sinergi Pemerintah-Swasta Sukseskan 3 Juta Rumah
Hal ini sejalan dengan kebutuhan mendesak agar UMKM dapat naik kelas dan berkontribusi lebih besar pada perekonomian.
Dirinya mengungkapkan bahwa UMKM memang telah mendapatkan insentif berupa PPN 0,5%. Namun, kebijakan yang menyasar pengusaha menengah perlu segera diperkuat.
Selain itu, Anindya menyoroti potensi program pemerintah yang bisa menjadi pintu masuk bagi penciptaan wirausaha baru. Program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, serta hilirisasi pertanian diyakini mampu membuka peluang ekonomi baru.
“Selama ini MBG mungkin dipahami sebatas penyediaan makanan, tetapi sebenarnya program ini bisa menciptakan lapangan kerja secara masif,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum BPP Hipmi, Akbar Himawan Buchari, menegaskan pentingnya keberpihakan regulasi pemerintah terhadap dunia usaha. Menurutnya, aspirasi dari pelaku usaha harus dijadikan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan.
“Yang paling penting pemerintah mendengar apa yang kami rasakan di lapangan. Ada solusi jangka pendek, menengah, dan panjang yang bisa dirumuskan bersama, termasuk melalui task force khusus,” kata Akbar.
Dirinya berharap aspirasi yang disampaikan melalui Kadin dan Hipmi dapat ditindaklanjuti pemerintah secara konkret.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









