Menteri Rosan: Indonesia-Yordania Siap Genjot Produksi Pupuk Fosfat

AKURAT.CO Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa Indonesia dan Yordania akan menindaklanjuti kerja sama strategis dalam produksi pupuk sebagai upaya memperkuat ketahanan pasokan serta mendukung program pangan nasional yang berkelanjutan.
Rosan menyampaikan hal tersebut usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto bertemu Raja Yordania, Abdullah II ibn Al Hussein, di Jakarta, Sabtu (14/11/2025).
Rosan mengungkapkan bahwa Indonesia telah memiliki rencana joint venture di sektor fosfat sebagai bahan baku pupuk.
Baca Juga: Danantara Jadi Sorotan, Rosan Paparkan Skema Investasi ke Yordania
Rencana tersebut akan diperluas bersama Pemerintah Yordania guna memperkuat kapasitas industri kimia nasional.
“Rencana joint venture di bidang fosfat sudah ada, dan ini akan kita besarkan lagi. Pupuk adalah komponen vital bagi Indonesia,” ujar Rosan.
Dirinya menilai kolaborasi dengan Yordania tidak hanya menjamin keberlanjutan pasokan, tetapi juga membuka peluang investasi yang lebih besar di sektor hulu, sehingga produksi pupuk nasional dapat lebih stabil dan berdaya saing.
Rosan menegaskan bahwa langkah ini mencerminkan komitmen Indonesia dan Yordania untuk memperkuat kerja sama strategis, terutama dalam memastikan ketahanan pupuk jangka panjang.
“Ini beberapa bentuk kolaborasi yang akan kita tindak lanjuti ke depan,” katanya.
Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) RI dan Pemerintah Yordania juga membuka peluang kerja sama di bidang produksi pupuk serta penerapan teknologi pertanian.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut Yordania sebagai produsen besar potas dan fosfat, dua bahan baku penting untuk industri pupuk.
Baca Juga: Danantara Berpeluang Biayai Proyek SGAR 2 Inalum Senilai USD 800 Juta
Untuk itu, Kementan menawarkan pendirian perusahaan bersama yang mampu memenuhi kebutuhan pupuk tidak hanya bagi Indonesia dan Yordania, tetapi juga pasar Asia Tenggara hingga negara-negara di Asia lainnya.
“Jika menguntungkan, kami siap bangun perusahaan bersama. Ini ide besarnya,” kata Amran saat menerima kunjungan Duta Besar Yordania, Sudqi Attalah Al Omoush, Rabu (14/5).
Selain pasokan bahan baku, pembahasan juga meliputi peluang adopsi teknologi irigasi Yordania yang dikenal efisien serta telah diterapkan di berbagai wilayah pertanian negara tersebut.
Indonesia menilai teknologi itu berpotensi memperkuat pengembangan klaster pertanian modern dalam negeri.
Teknologi drone untuk penyebaran pupuk, pestisida, dan herbisida juga menjadi bagian dari penjajakan kerja sama.
Indonesia berencana memanfaatkannya secara lebih luas guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









