Kementerian ESDM Kaji Pengalihan Subsidi LPG ke Proyek DME

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan tengah membuka peluang pengalihan subsidi liquefied petroleum gas (LPG) ke proyek Dimethyl Ether (DME) sebagai bagian dari strategi jangka panjang mengurangi ketergantungan impor LPG.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menjelaskan bahwa pengalihan subsidi menjadi salah satu opsi realistis mengingat DME merupakan produk substitusi LPG yang dikembangkan sebagai energi domestik berkelanjutan.
Saat ini, Kementerian ESDM sedang melakukan perhitungan ulang harga pokok produksi (HPP) DME guna bisa bersaing dan tidak terlalu mahal untuk masyarakat. "Jadi kita lagi memperhitungkan berapa HPP untuk DME. Kalau memang ada subsidi, itu kan juga merupakan pengalihan subsidi dari LPG yang ada saat ini,” kata Yuliot di Kementerian ESDM dikutip, Sabtu (13/12/2025).
Baca Juga: Gantikan LPG Impor, Wamen ESDM Harap Proyek DME Jalan Tahun Depan
Diberitakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan proyek hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) akan mulai dijalankan pada tahun depan.
Proyek ini menjadi salah satu dari 18 proyek strategis hilirisasi yang telah diselesaikan konsep dan pra-feasibility study (pra-FS)-nya oleh Satuan Tugas (Satgas) Hilirisasi.
Bahlil mengatakan, hasil pra-FS tersebut kini sedang dipelajari oleh konsultan untuk difinalisasi oleh BPI Danantara.
“Sekarang, dari pra FS itu dipelajari oleh konsultan untuk finalisasi di Danantara. Dari sekian banyak, 18 project itu salah satunya adalah DME,” kata Bahlil di Hotel Kempinski dikutip, Minggu (26/10/2025).
Bahlil menjelaskan, proyek DME menjadi salah satu prioritas utama karena dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor liquefied petroleum gas (LPG).
Saat ini, konsumsi LPG nasional mencapai sekitar 8,5 juta ton per tahun, sementara kapasitas produksi dalam negeri hanya sekitar 1,3 juta ton.
“Jadi kita impor sekitar 6,5 sampai 7 juta ton. Nah caranya bagaimana mengurangi impor adl kita melahirkan substitusi impor melalui hilirisasi batubara,” ucapnya.
Lebih lanjut, Bahlil menegaskan bahwa proyek DME akan mulai digarap pada tahun depan. Saat ini, pemerintah masih dalam tahap menentukan teknologi yang paling efisien untuk proses konversi batu bara menjadi DME.
“Tahun depan (ditargetkan jalan). Mitranya nanti dengan Danantara, teknologinya kan macam-macam ya, bisa dari China, bisa juga dari Eropa,” jelas Bahlil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








