AKURAT.CO Surplus produksi jagung nasional pada 2025 menjadi titik balik kebijakan pangan Indonesia. Pemerintah mendorong Perum Bulog tidak hanya menjaga stabilitas pasokan dan harga di dalam negeri, tetapi juga mulai mengambil peran sebagai eksportir komoditas strategis.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat produksi jagung pipilan kering kadar air 14% pada 2025 mencapai 16,11 juta ton.
Angka tersebut naik 6,44% dibandingkan produksi 2024 yang sebesar 15,14 juta ton, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Baca Juga: BPS: Emas Perhiasan Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar Sepanjang 2025
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dengan kebutuhan konsumsi jagung nasional pada 2025 yang diproyeksikan sebesar 15,65 juta ton, Indonesia mencatat surplus 463,9 ribu ton.
Surplus ini meningkat signifikan dibandingkan 2023 yang tercatat 307,4 ribu ton, atau tumbuh sekitar 23,2% dalam dua tahun terakhir.
“Surplus tersebut mendorong pemerintah untuk mempersiapkan Perum Bulog dapat mulai melaksanakan ekspor stok jagung. Ini bukan pekerjaan kecil,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Arahan tersebut ditegaskan Amran saat menghadiri panen raya jagung serentak bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Heriyadi di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (8/1/2026). Kegiatan itu juga dihadiri Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.
Amran menilai capaian surplus jagung tidak terlepas dari dukungan lintas lembaga, termasuk kontribusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang mencapai 3,5 juta ton atau sekitar 20% dari total produksi jagung nasional pada 2025.
“Kami hitung, luas tanam sekitar 700 ribu hektare dengan produktivitas rata-rata 5 ton per hektare. Itu menghasilkan 3,5 juta ton,” kata Amran.
Baca Juga: Jelang Nataru, Bapanas Perkuat Intervensi Pangan di Sumatera
Peningkatan produksi jagung melengkapi tren positif sektor pangan nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Sebelumnya, produksi beras 2025 tercatat mencapai 34,7 juta ton dengan stok awal tahun sebesar 3,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.
Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional per Desember 2025, realisasi ekspor jagung hingga November 2025 telah mencapai sekitar 21,3 ribu ton.
Pada saat yang sama, pemerintah tidak melakukan impor jagung pakan untuk Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) di Bulog.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan kesiapan perusahaan untuk menjalankan mandat ekspor tersebut.
Dirinya menyebut arahan ekspor jagung dan beras telah disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Kami menargetkan pada 2026 Bulog sudah melaksanakan ekspor, baik beras maupun jagung. Kami akan bersinergi maksimal, khususnya untuk ekspor jagung,” ujar Rizal.
Pemerintah berharap langkah ekspor ini tidak hanya memperkuat neraca perdagangan pangan, tetapi juga menjaga harga jagung di tingkat petani agar tetap menguntungkan di tengah lonjakan produksi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









