Akurat
Pemprov Sumsel

Kementan Rehabilitasi 100 Ribu Hektare Sawah di Sumatra

Hefriday | 15 Januari 2026, 20:39 WIB
Kementan Rehabilitasi 100 Ribu Hektare Sawah di Sumatra

AKURAT.CO Kementerian Pertanian (Kementan) mulai merehabilitasi dan menanam kembali sawah terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Langkah ini dilakukan untuk memulihkan produksi pangan nasional, menjaga pendapatan petani, serta memastikan musim tanam tetap berjalan normal pascabencana.

Rehabilitasi sawah ini mencakup perbaikan lahan, jaringan irigasi, hingga penyaluran bantuan benih gratis agar petani bisa kembali berproduksi tepat waktu.

Pemerintah mencatat total sawah terdampak bencana di tiga provinsi tersebut mencapai sekitar 100 ribu hektare, dengan mayoritas masuk kategori kerusakan ringan hingga sedang.

Baca Juga: Kementan Kebut Rehabilitasi Sawah di Aceh

Program pemulihan sawah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi daerah terdampak, terutama di wilayah sentra produksi beras Sumatera.

Pemerintah Prioritaskan Pemulihan Sawah dari Kerusakan Ringan hingga Berat

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan, rehabilitasi sawah menjadi tanggung jawab penuh pemerintah sejak bencana terjadi. Menurutnya, respons cepat dan pendampingan berkelanjutan penting agar petani tidak kehilangan satu musim tanam.

“Hari ini saatnya kita rehabilitasi sawah, irigasi, dan seterusnya. Kami melihat laporan total kerusakan di tiga provinsi sekitar 100 ribu hektare. Insya Allah kita kerjakan mulai dari yang ringan, sedang, baru terakhir yang berat,” ujar Amran saat meninjau lokasi rehabilitasi sawah di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Kamis (15/1/2026).

90–95 Persen Lahan Ditargetkan Pulih Lebih Cepat

Amran menyebut sekitar 90–95% lahan sawah terdampak berada pada kategori ringan dan sedang. Lahan tersebut ditargetkan segera dipulihkan agar petani bisa kembali menanam tanpa menunggu terlalu lama.

Selain perbaikan lahan, pemerintah juga menyalurkan bantuan benih padi gratis sebagai stimulus awal agar musim tanam tidak terganggu.

Rehabilitasi Sawah Lewat Padat Karya, Petani Digaji Harian

Program rehabilitasi sawah dilakukan melalui skema padat karya, dengan melibatkan langsung petani pemilik lahan. Pemerintah pusat menanggung upah harian petani, sehingga program ini sekaligus menciptakan lapangan kerja lokal pascabencana.

“Di sini kami hitung ada sekitar 10 ribu hektare sawah terdampak. Ini membutuhkan Hari Orang Kerja (HOK) kurang lebih 200 ribu. Dan itu digaji harian. Jadi petani mengerjakan lahannya sendiri,” jelas Amran.

Skema ini dinilai efektif karena mempercepat pemulihan lahan sekaligus menjaga daya beli masyarakat di daerah terdampak.

Kementan Siaga Penuh, Bantuan Internal Capai Rp75 Miliar

Sebagai bentuk keseriusan, Menteri Pertanian menugaskan pejabat teknis dan direktorat terkait untuk siaga di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga rehabilitasi tuntas.

Amran juga mengungkapkan, sejak awal bencana, jajaran Kementerian Pertanian menggalang solidaritas internal melalui gerakan Kementan Peduli. Dari gerakan tersebut, terkumpul bantuan sekitar Rp75 miliar yang bersumber dari gaji dan sedekah pegawai, pimpinan, serta mitra kerja.

Dana ini menjadi wujud empati dan dukungan nyata bagi masyarakat terdampak bencana.

Bantuan Pangan Presiden: 44 Ribu Ton Beras dan 6 Ribu Ton Minyak

Selain rehabilitasi sawah, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) atas perintah Presiden Prabowo Subianto.

Amran menyebut bantuan tersebut meliputi 44 ribu ton beras dan 6 ribu ton minyak goreng.

Hampir separuh alokasi bantuan disalurkan ke Aceh sebagai wilayah paling terdampak. Distribusi dilakukan melalui jalur laut dan udara, termasuk menggunakan kapal dan pesawat Hercules, dengan dukungan TNI, Polri, dan Kejaksaan.

Sebaran Daerah Terdampak

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, berikut rincian luas sawah terdampak.

  1. Aceh, total ada 54.233 hektare di 21 kabupaten/kota. Ringan: 23.893 hektar, Sedang: 8.759 hektar, Berat: 21.851 hektar
  2. Sumatera Utara, total ada 37.318 hektar. Ringan: 22.274 hektar, Sedang: 10.690 hektar, Berat: 4.354 hektar
  3. Sumatera Barat, total ada 6.451 hektar. Ringan: 2.802 hektar, Sedang: 822 hektar, Berat: 2.827 hektar.

Untuk tahap awal, rehabilitasi dilakukan di lahan seluas 13.707 hektar yang tersebar di ketiga provinsi tersebut.

Alat Mesin Pertanian dan Pupuk Dikerahkan

Dalam tahap awal rehabilitasi dan penanaman, Kementerian Pertanian mengerahkan 43 unit alat mesin pertanian, mulai dari traktor hingga drone, 836 bibit padi, 200 ton pupuk urea.

Langkah ini diharapkan mempercepat pemulihan produksi pangan sekaligus menjaga stabilitas pasokan beras nasional.

Didampingi DPR dan Bulog

Dalam kunjungan lapangan, Menteri Pertanian turut didampingi Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), anggota Komisi IV DPR RI lainnya, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, serta jajaran pejabat terkait.

Rehabilitasi sawah pascabencana menjadi kunci menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Dengan kombinasi perbaikan lahan, bantuan benih, padat karya, serta distribusi pangan, pemerintah menargetkan produksi pertanian di Aceh dan Sumatera segera pulih.

Langkah ini sekaligus menjadi ujian nyata kesiapan negara dalam merespons bencana dan menjaga stabilitas pangan nasional di tengah tantangan iklim ekstrem.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa