Harga Cabai Merah Tembus Rp80 Ribu per Kg Jelang Ramadan 2026, Bapanas: Bukan Karena Produksi Seret
Esha Tri Wahyuni | 16 Februari 2026, 18:56 WIB

AKURAT.CO Harga cabai rawit merah kembali menjadi sorotan setelah menembus kisaran Rp80.000 per kilogram (kg) di sejumlah pasar tradisional. Kenaikan harga cabai rawit merah ini memicu kekhawatiran masyarakat, terutama menjelang hari besar keagamaan seperti Imlek dan Ramadhan.
Namun, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan lonjakan harga bukan disebabkan oleh kekurangan produksi.
Menurut otoritas, pasokan cabai rawit merah secara nasional masih mencukupi, tetapi distribusi terganggu akibat faktor cuaca ekstrem dan keterbatasan tenaga kerja di sentra produksi. Kondisi ini berdampak langsung pada suplai ke pasar induk dan harga di tingkat konsumen.
Produksi Cabai Nasional Diklaim Aman, Masalah Ada di Proses Pemetikan
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, memastikan produksi cabai rawit merah dalam kondisi aman. Ia menegaskan, kendala utama bukan pada jumlah hasil panen, melainkan pada proses pemetikan di lapangan.
“Produksi sebenarnya sangat cukup, tetapi masalahnya di petik. Saat hujan tinggi, tenaga kerja tidak berani memetik karena cabai akan cepat busuk,” ujar Ketut usai inspeksi mendadak (sidak) harga dan pasokan pangan di Pasar Minggu, Jakarta, Senin (16/2/2026).
Intensitas hujan yang tinggi membuat risiko kerusakan meningkat. Cabai yang dipetik dalam kondisi basah lebih rentan membusuk, sehingga petani dan pekerja memilih menunda panen demi menjaga kualitas.
Faktor Libur Nasional Ikut Tekan Distribusi ke Pasar Induk
Selain cuaca, Bapanas mencatat keterbatasan tenaga kerja juga dipengaruhi periode libur nasional. Momentum tersebut membuat aktivitas pemetikan dan distribusi tidak berjalan optimal.
Akibatnya, pasokan cabai ke pasar induk mengalami koreksi meski stok di tingkat produksi sebenarnya masih tersedia. Ketidakseimbangan antara ketersediaan di hulu dan distribusi di hilir inilah yang mendorong kenaikan harga di pasar konsumen.
Bapanas menegaskan kenaikan harga cabai rawit merah tidak berkaitan dengan praktik penimbunan atau permainan harga oleh pelaku usaha. “Sesuai arahan Kepala Bapanas, tidak boleh ada penimbunan dan tidak boleh ada kenaikan harga yang tidak wajar,” tegas Ketut.
Pengawasan, lanjutnya, dilakukan bersama Satgas Pangan Polri untuk memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan dan tidak ada spekulasi harga.
Update Harga Cabai Rawit Merah Terbaru di Pasar Induk
Berdasarkan hasil pemantauan dan sidak Bapanas di Pasar Induk Kramat Jati, harga cabai rawit merah tercatat di kisaran Rp80.000 per kg. Angka ini lebih rendah dibandingkan sepekan sebelumnya yang sempat menyentuh Rp90.000 hingga Rp100.000 per kg.
Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PHIPS) Nasional pada Senin juga menunjukkan harga rata-rata cabai rawit merah sebesar Rp79.950 per kg di pasar tradisional seluruh provinsi. Artinya, harga saat ini relatif sejalan dengan rerata nasional meski masih tergolong tinggi bagi konsumen.
Proyeksi Dua Pekan: Harga Cabai Berpotensi Turun Bertahap
Bapanas memperkirakan perbaikan cuaca dan kembalinya aktivitas pemetikan dapat meningkatkan pasokan dalam dua pekan ke depan. Jika distribusi kembali normal, harga cabai rawit merah diproyeksikan bergerak turun secara bertahap.
Ketut memastikan pihaknya terus memantau dinamika produksi dan distribusi, terutama menjelang lonjakan permintaan saat hari besar keagamaan. “Kami akan terus cek dan upayakan untuk melakukan beberapa hal untuk menjadi solusinya,” tuturnya.
Kenaikan harga cabai rawit merah saat ini lebih dipicu faktor teknis dan musiman, bukan krisis produksi. Masyarakat diimbau tetap bijak berbelanja, sementara pemerintah memastikan stabilisasi pasokan berjalan optimal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










