Pemenang Tahap I Proyek WTE Segera Diumumkan, Danantara: Batch Dua Dimulai Maret

AKURAT.CO BPI Danantara terus melakukan percepatan implementasi program waste to energy (WTE) sebagai bagian dari upaya penanganan persoalan sampah nasional yang kian mendesak.
Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani menyebut, volume sampah di Indonesia mencapai sekitar 60 juta ton per tahun dan adanya praktik pembakaran ilegal yang berdampak pada kesehatan dan lingkungan.
“First batch actually sudah dimulai sejak November tahun lalu atas arah dari Pak Menko Pangan dan kita akan announce pemenangnya nanti kita akan rapatkan dulu tentatively the end of this month atau Februari ini,” kata Rosan dalam agenda Indonesia Economic Outlook 2026, Jumat (13/2/2026).
Baca Juga: Pemerintah Genjot PLTSa, 34 Daerah Siap Masuk Tahap Groundbreaking
Rosan menjelaskan, setelah penetapan pemenang tahap pertama, program akan dilanjutkan ke batch kedua yang mencakup sekitar tujuh kota.
Pemilihan kota dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Koordinator bidang Pangan, dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur serta ketersediaan pasokan sampah sebelum proses tender terbuka dilaksanakan oleh Danantara.
“Oleh sebab itu kurang lebih batch keduanya akan dimulai pada bulan Maret mungkin pertengahan atau akhir sesudah kami konsultasi dengan Pak Menko Pangan,” ujar Rosan.
Rosan menambahkan, model fasilitas WTE yang akan dikembangkan mengacu pada praktik di sejumlah negara seperti China dan Thailand.
Berdasarkan kunjungan yang telah dilakukan, fasilitas WTE di negara-negara tersebut banyak dibangun di kawasan permukiman tanpa menimbulkan bau, bahkan dilengkapi ruang publik seperti taman bacaan anak.
Konsep tersebut, menurutnya, ingin direplikasi di Indonesia agar pengelolaan sampah tidak hanya berorientasi pada produksi energi listrik, tetapi juga memberikan dampak sosial dan lingkungan yang lebih luas.
“Jadi diharapkan program Waste to Energy ini mempunyai dampak yang sangat-sangat positif, kita tidak hanya melihat dari energi elektriknya, justru dampak kesehatan, environment, health,” tutur Rosan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








