Mendag Busan: Ekspor 3 Provinsi Tumbuh di Tengah Dampak Bencana

AKURAT.CO Kinerja ekspor di sejumlah wilayah terdampak bencana alam tetap menunjukkan tren positif sepanjang 2025.
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso menyebut Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut) mampu mencatat pertumbuhan signifikan meski sempat terganggu distribusi dan logistik.
Di Provinsi Aceh, nilai ekspor pada November 2025 tercatat sebesar USD58,28 juta atau tumbuh 20,16% dibandingkan Oktober 2025. Tren kenaikan berlanjut pada Desember 2025 dengan nilai USD59,60 juta atau meningkat 2,42% secara bulanan.
Baca Juga: Kemendag: HR Kakao Februari Naik, Dipicu Bursa dan Permintaan Global
“Kondisi ini mengindikasikan bahwa meskipun bencana alam berdampak pada distribusi dan logistik di sejumlah wilayah, secara agregat ekspor Aceh mampu pulih relatif cepat,” kata Budi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Sementara itu, Sumatera Barat mencatat pertumbuhan ekspor tahunan (year on year/yoy) sebesar 27,64% sepanjang 2025. Nilai ekspor meningkat dari USD2,18 miliar pada 2024 menjadi USD2,78 miliar pada 2025.
Namun secara bulanan, ekspor Sumbar sempat terkontraksi 52,56% pada November 2025. Penurunan tersebut berbalik tajam pada Desember 2025 dengan lonjakan 174,15%. Pola ini berbeda dibandingkan periode November–Desember 2024 yang masing-masing turun 9,66% dan 21,20%.
“Perbedaan pola ini menegaskan bahwa bencana alam menjadi faktor utama yang memperdalam pelemahan ekspor pada November 2025, meskipun secara keseluruhan daya pulih ekspor Sumatera Barat tetap terjaga dengan baik,” ujarnya.
Adapun Sumatera Utara mencatat nilai ekspor sebesar USD12,56 miliar sepanjang 2025 atau tumbuh 17,84% dibandingkan 2024 yang sebesar USD10,66 miliar.
Baca Juga: Kemendag Naikkan HR CPO Februari 2026 Jadi USD918,47 per MT
Secara bulanan, ekspor Sumut sempat turun 25,98% pada November 2025 akibat gangguan logistik dan produksi. Meski demikian, kinerja kembali membaik pada Desember 2025 dengan pertumbuhan 18,89%.
Data tersebut menunjukkan bahwa gangguan akibat bencana berdampak signifikan dalam jangka pendek, terutama pada rantai pasok dan distribusi. Namun secara agregat tahunan, struktur ekspor di tiga provinsi tersebut dinilai masih solid dan mampu menjaga momentum pertumbuhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









