Konflik Timur Tengah Jadi Alarm bagi Indonesia Percepat Kemandirian Energi

AKURAT.CO Anggota Komisi XIII DPR RI, Bias Layar, menilai, situasi geopolitik global yang memanas di kawasan Timur Tengah harus menjadi peringatan serius bagi Indonesia untuk segera memperkuat kemandirian energi nasional.
Menurutnya, ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM) dari kawasan tersebut berpotensi menimbulkan risiko besar terhadap stabilitas ekonomi nasional, terutama jika konflik semakin meluas.
“Ketergantungan pada impor energi dari kawasan yang sedang berkonflik tentu menjadi kerentanan bagi perekonomian kita. Karena itu, langkah memperkuat kemandirian energi harus dipercepat,” ujar Bias, Minggu (8/3/2026).
Ia menjelaskan, ketegangan di jalur distribusi energi global seperti Selat Hormuz dapat memicu lonjakan harga minyak dunia secara signifikan.
Jika eskalasi konflik terus meningkat, harga minyak berpotensi menembus lebih dari 100 dolar AS per barel.
Kondisi tersebut, kata Bias, dapat memberikan tekanan besar terhadap perekonomian nasional.
Dampaknya tidak hanya pada kenaikan harga energi, tetapi juga berpotensi mendorong inflasi, meningkatkan harga kebutuhan pokok, hingga memberi tekanan terhadap struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Untuk itu, ia mendorong pemerintah segera mengambil langkah strategis dengan mengurangi ketergantungan impor minyak dari Timur Tengah dan memperluas kerja sama energi dengan negara lain di kawasan Amerika, Afrika, maupun Asia Pasifik.
Baca Juga: Kapuspen TNI Buka Suara Soal Penetapan Siaga Satu: TNI Harus Memiliki Kesiapsiagaan yang Tinggi
Selain diversifikasi sumber impor, Bias juga menilai penguatan sektor energi nasional perlu dipercepat.
Salah satunya dengan mendorong Pertamina meningkatkan produksi minyak nasional hingga mencapai target 1 juta barel per hari.
Ia menambahkan, upaya tersebut harus didukung dengan pembangunan infrastruktur energi, peningkatan kapasitas penyimpanan cadangan BBM nasional, serta kebijakan fiskal yang mampu memperkuat ketahanan energi dalam jangka panjang.
Bias juga menegaskan bahwa krisis geopolitik global saat ini seharusnya menjadi momentum bagi Indonesia untuk mempercepat langkah menuju kemandirian energi, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto.
“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional agar Indonesia mampu berdiri di atas kekuatan sendiri di tengah dinamika geopolitik dunia,” katanya.
Ia menegaskan, sebagai anggota parlemen dirinya siap mendukung pemerintah melalui fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran guna memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga serta melindungi masyarakat dari dampak krisis global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







