Akurat
Pemprov Sumsel

Stok Beras 3,7 Juta Ton, Kementan Minta Warga Tak Panic Buying Jelang Lebaran

Esha Tri Wahyuni | 8 Maret 2026, 16:05 WIB
Stok Beras 3,7 Juta Ton, Kementan Minta Warga Tak Panic Buying Jelang Lebaran
Ilustrasi Stok Beras

AKURAT.CO Kementerian Pertanian (Kementan) mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying menjelang Lebaran 1447 Hijriah. Pemerintah memastikan stok pangan nasional dalam kondisi aman, termasuk cadangan beras yang mencapai sekitar 3,7 juta ton hingga Maret 2026.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan, Moh. Arief Cahyono mengatakan, masyarakat diharapkan tetap rasional dalam berbelanja selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri agar stabilitas harga dan distribusi pangan tetap terjaga.

“Kami mengajak masyarakat agar tetap tenang dan rasional dalam berbelanja pangan selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri,” kata Arief dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (8/3/2026).

Imbauan tersebut disampaikan melalui kegiatan talkshow interaktif Tani On Stage bertema “Belanja Pangan Tanpa Panik, Belanja Bijak itu Asyik!” yang digelar di Depok, Jawa Barat. Program ini menjadi bagian dari rangkaian Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilakukan pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Baca Juga: Gandeng KAMMI, Kementan Fokuskan Regenerasi Petani

Arief menjelaskan, program sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai langkah pemerintah dalam memastikan ketersediaan pangan tetap stabil sepanjang Ramadan hingga Lebaran.

“Melalui kegiatan ini masyarakat diharapkan memahami berbagai langkah pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan nasional,” ujarnya.

Sejumlah program stabilisasi yang dijalankan pemerintah meliputi Gerakan Pangan Murah, fasilitasi distribusi pangan antar daerah, pengawasan Harga Eceran Tertinggi (HET), hingga penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Di sisi lain, Direktur Kewaspadaan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nita Yulianis menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan nasional. Menurutnya, pasokan saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan hingga Idul Fitri.

“Stok pangan saat ini dalam kondisi cukup, sehingga masyarakat tidak perlu panic buying. Membeli berlebihan justru dapat mengganggu distribusi di pasar,” kata Nita.

Sementara itu, Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementan Freddy memastikan komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang merah masih tersedia hingga setelah Lebaran. Ia menjelaskan fluktuasi harga yang kerap terjadi lebih dipengaruhi faktor cuaca yang dapat menghambat panen maupun distribusi.

“Secara produksi sebenarnya tersedia. Tantangannya lebih pada faktor cuaca yang kadang mempengaruhi proses panen,” ujar Freddy.

Baca Juga: Kementan Taksir Cabai Rawit Surplus 99 Ribu Ton di Maret 2026, Cabai Besar Surplus 11 Ribu Ton

Dirinya juga mendorong masyarakat untuk mengurangi pemborosan pangan dengan melakukan pengolahan sederhana di rumah, seperti membuat bumbu dasar atau pasta cabai agar bahan pangan lebih tahan lama. Selain itu, masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam kebutuhan dapur seperti cabai.

Dari sisi keamanan pangan, praktisi keamanan pangan Risky Aprillian mengingatkan pentingnya perencanaan belanja serta pengelolaan makanan yang baik, khususnya untuk produk pangan asal hewan. Ia menekankan pentingnya memahami konsep ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) saat memilih bahan pangan.

“Perencanaan belanja dan pengolahan makanan yang tepat dapat menjaga kualitas pangan sekaligus mencegah pemborosan,” ujarnya.

Secara terpisah, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman memastikan ketersediaan pangan nasional masih berada dalam kondisi aman hingga menjelang Lebaran 2026.

“Insya Allah pangan kita aman. Pemerintah terus menjaga produksi dan distribusi agar kebutuhan masyarakat, khususnya menjelang Idul Fitri tetap terpenuhi,” kata Amran.

Menurut data pemerintah, cadangan beras nasional saat ini mencapai sekitar 3,7 juta ton. Angka tersebut menjadi salah satu penopang stabilitas pasokan menjelang periode konsumsi tinggi saat Ramadan dan Idul Fitri.

Selain itu, pemerintah menyebut terdapat sembilan komoditas pangan strategis yang saat ini telah mencapai kondisi swasembada atau ketersediaannya dinilai mencukupi. Komoditas tersebut meliputi beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.

Secara historis, periode Ramadan dan Idul Fitri memang kerap memicu lonjakan permintaan pangan rumah tangga. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi pangan pada periode tersebut biasanya meningkat 10–20 persen dibandingkan bulan normal, terutama untuk komoditas beras, daging ayam, telur, dan cabai.

Lonjakan permintaan tersebut sering diikuti kenaikan harga akibat gangguan distribusi, cuaca, atau aksi panic buying masyarakat. Karena itu pemerintah rutin menggelar Gerakan Pangan Murah serta operasi pasar setiap menjelang HBKN guna menjaga stabilitas harga.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.