BPS: Beras dan Ayam Ras Jadi Penentu Utama Inflasi Indonesia

AKURAT.CO Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan stabilitas harga pangan utama menjadi kunci pengendalian inflasi di Indonesia karena memiliki bobot konsumsi terbesar dalam pengeluaran masyarakat.
Dalam Rapat Pengendalian Inflasi Daerah di Jakarta, Senin (9/3/2026). Amalia menyebut komoditas dengan bobot konsumsi terbesar dalam keranjang konsumsi nasional adalah beras.
Setelah itu diikuti daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, dan daging sapi.
Menurutnya, kenaikan harga pada komoditas dengan bobot konsumsi tinggi dapat mendorong inflasi secara signifikan.
Baca Juga: BPS: Inflasi Ramadhan 2026 Capai 0,68 persen, Lebih Rendah dari 2025
"Kalau bobotnya tinggi dan kenaikan harganya tinggi, ini akan mendorong inflasi. Oleh sebab itu, komoditas dengan bobot konsumsi besar perlu dijaga harganya," ujarnya.
Data inflasi nasional yang dirilis BPS secara rutin menunjukkan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi salah satu kontributor terbesar inflasi dalam beberapa tahun terakhir.
Diketahui, dalam metodologi penghitungan inflasi, BPS menggunakan keranjang konsumsi rumah tangga berdasarkan Survei Biaya Hidup. Setiap komoditas memiliki bobot berbeda sesuai porsi pengeluaran masyarakat.
Komoditas pangan seperti beras memiliki bobot besar karena dikonsumsi hampir seluruh rumah tangga Indonesia.
Secara historis, lonjakan harga beras atau daging ayam sering menjadi faktor utama kenaikan inflasi bulanan, terutama menjelang hari besar keagamaan dan saat gangguan pasokan terjadi.
Baca Juga: BPS: Pola Inflasi Ramadan Berulang, Pangan Jadi Pemicu
Kenaikan inflasi pangan dapat memengaruhi daya beli masyarakat karena harga bahan pokok berkaitan langsung dengan pengeluaran rumah tangga.
Bagi pemerintah, tekanan inflasi juga berdampak pada kebijakan moneter dan fiskal, termasuk langkah stabilisasi harga dan pengelolaan pasokan pangan nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








