Industri Fashion Bintan Bidik Pasar Global, Wamendag Siap Dukung IKM Naik Kelas

AKURAT.CO Produk industri fashion Bintan dari Sentra Industri Fashion Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), mulai dilirik sebagai komoditas potensial untuk menembus pasar ekspor global.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti Widya Putri, menilai produk-produk yang dihasilkan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) fashion lokal memiliki daya saing yang kuat, baik di pasar domestik maupun internasional.
Potensi ekspor ini muncul seiring berkembangnya industri kreatif sektor fashion di wilayah perbatasan yang strategis, yakni dekat dengan Singapura dan Malaysia.
Baca Juga: Modest Luxe Ramadan Raya 2026 Hadir di Sarinah, Angkat Modest Fashion ke Panggung Global
Pemerintah pun mendorong peningkatan kualitas produk, inovasi desain, serta perluasan akses pasar agar pelaku IKM mampu naik kelas dan masuk rantai perdagangan global.
Produk Fashion Lokal Bintan Punya Potensi Ekspor
Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan bahwa produk yang dihasilkan Sentra Industri Fashion Seri Kuala Lobam memiliki potensi besar untuk berkembang, terutama jika didukung peningkatan kualitas produksi dan akses pasar.
“Produk-produk fashion lokal seperti yang dihasilkan di sentra industri ini memiliki potensi besar untuk berkembang, baik di pasar domestik maupun internasional,” kata Dyah Roro saat meninjau kawasan industri Lobam, Bintan, Selasa (10/3/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan industri kreatif lokal, sekaligus mendorong peningkatan kualitas dan daya saing produk yang dihasilkan para pelaku IKM di wilayah tersebut.
Dalam kunjungan tersebut, Dyah Roro berdialog langsung dengan para pelaku usaha lokal serta meninjau sejumlah produk yang diproduksi di sentra industri tersebut.
Beberapa produk yang dihasilkan antara lain Seragam kerja, Kaos, Celana dan Produk sablon dan apparel lainnya. Produk-produk tersebut merupakan hasil karya masyarakat setempat yang telah mulai membangun rantai produksi fashion skala industri kecil.
Dyah Roro menilai sektor fashion kreatif memiliki peluang besar untuk berkembang, terutama jika pelaku usaha mampu meningkatkan kualitas produk, melakukan inovasi desain, serta memperluas akses pemasaran.
“Pemerintah terus mendorong penguatan sektor IKM agar mampu naik kelas serta menembus pasar global,” ujar Dyah Roro.
Kepri Dinilai Strategis untuk Akses Pasar Ekspor
Selain kualitas produk, faktor geografis juga menjadi keunggulan bagi pengembangan industri fashion Bintan. Wilayah Kepulauan Riau memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan dua negara dengan aktivitas perdagangan tinggi di Asia Tenggara.
“Kepri secara umum berbatasan langsung dengan negara tetangga, yaitu Malaysia dan Singapura, sehingga memiliki peluang besar untuk memperluas pasar ekspor,” kata Dyah Roro.
Dengan posisi tersebut, sentra industri fashion di Bintan dinilai berpotensi menjadi hub produksi apparel skala regional, khususnya untuk memenuhi permintaan pasar Asia Tenggara.
Pemda Bintan Dorong Industri Kreatif Jadi Penggerak Ekonomi
Bupati Bintan, Roby Kurniawan menegaskan, bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, termasuk sektor industri fashion yang menjadi salah satu potensi unggulan masyarakat.
Roby menilai kehadiran Wakil Menteri Perdagangan di Sentra Industri Fashion Seri Kuala Lobam menjadi motivasi bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kualitas produk.
“Kami berharap dengan adanya perhatian dari Pemerintah Pusat, para pelaku IKM di Bintan dapat semakin berkembang, meningkatkan kualitas produk, serta mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” kata Roby.
Menurutnya, dukungan pemerintah pusat akan memperkuat ekosistem industri kreatif di daerah, terutama dalam hal akses pasar dan peningkatan kapasitas produksi.
Industri Fashion Bintan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Roby juga menyampaikan optimisme bahwa pengembangan sektor industri kreatif, khususnya fashion, dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pengembangan industri kreatif di Bintan kami yakini mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Dengan dukungan kebijakan pemerintah serta peningkatan kualitas produksi oleh pelaku usaha, Sentra Industri Fashion Seri Kuala Lobam diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu motor baru ekonomi kreatif di Kepulauan Riau, sekaligus membuka peluang ekspor bagi produk fashion lokal Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini











