Perang AS-Iran, InJourney Sebut 9 Rute Penerbangan ke Timur Tengah Terganggu

AKURAT.CO InJourney Airports mencatat sembilan rute penerbangan yang mengalami gangguan akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
Wakil Direktur Utama InJourney Airports, Achmad Syahir mengatakan beberapa penerbangan dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) dan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai (Denpasar) terdampak akibat dinamika geopolitik yang berkembang di Timur Tengah.
“Kami update sedikit saja bahwa memang di CGK ini, di Soekarno-Hatta, ada 6 rute yang terdampak di Timur Tengah, kemudian di Denpasar ada 3 rute,” kata Achmad Syahrir di Bandara Soekarno Hatta, Rabu (11/3/2026).
Adapun, berdasarkan data InJourney, jumlah penerbangan yang terdampak maupun dibatalkan di Bandara Soekarno-Hatta mencapai 194 penerbangan dengan total penumpang terdampak sebanyak 26.303 orang.
Rute yang paling banyak mengalami pembatalan adalah rute Doha dengan jumlah penumpang terdampak mencapai 8.934 orang. Sementara itu, puncak pembatalan terjadi pada 4 Maret 2026 dengan total 1.717 penumpang terdampak dalam satu hari.
Sementara di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, terdapat tiga rute yang terdampak dari dan menuju Timur Tengah, yakni Abu Dhabi, Doha, dan Dubai.
Total penerbangan yang terdampak di bandara tersebut mencapai 93 penerbangan dengan jumlah penumpang terdampak sebanyak 20.718 orang.
Rute dengan dampak terbesar di Bandara Ngurah Rai tercatat pada penerbangan menuju Dubai dengan jumlah penumpang terdampak mencapai 8.296 orang.
Adapun jumlah penumpang terdampak terbanyak dalam satu hari terjadi pada 2 Maret 2026 dengan total 1.620 penumpang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










