Harga Cabai hingga Telur Masih Flujtuatif Jelang Lebaran 2026

AKURAT.CO Pemerintah memastikan stok pangan nasional selama Ramadan hingga Idul Fitri dalam kondisi aman, meskipun sejumlah harga komoditas seperti cabai dan telur sempat mengalami kenaikan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan, pasokan bahan pangan pokok masih mencukupi dan harga relatif terkendali.
Pernyataan ini menjadi sorotan di tengah meningkatnya permintaan bahan pokok selama Ramadan, yang kerap memicu fluktuasi harga di pasar.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, beberapa komoditas mengalami pergerakan harga yang beragam, mulai dari bawang merah hingga cabai rawit.
Baca Juga: BPS: Harga Cabai Rawit Masih Tinggi Jelang Lebaran 2026
Kondisi ini penting diperhatikan karena stabilitas harga pangan menjadi faktor kunci menjaga daya beli masyarakat, khususnya menjelang puncak konsumsi pada periode Lebaran.
Pemerintah Klaim Stok Pangan Lebih dari Cukup
Zulhas memastikan ketersediaan pangan nasional selama bulan puasa hingga Lebaran berada dalam kondisi aman. Ia menegaskan pemerintah telah memantau pasokan bahan pokok dan memastikan distribusi tetap berjalan lancar.
“Jadi puasa sampai Lebaran stok pangan kita lebih dari cukup. Tersedia, harga terjangkau,” kata Zulhas di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Menurutnya, beberapa komoditas memang sempat mengalami kenaikan harga. Namun kondisi tersebut masih berada dalam batas yang ditetapkan pemerintah melalui harga acuan pangan.
“Memang ada yang naik, cabai, tapi sekarang sudah cenderung turun. Telur juga tapi masih dalam harga acuan,” ujarnya.
Konflik Timur Tengah Dinilai Tak Ganggu Pasokan Pangan Indonesia
Selain isu harga, pemerintah juga menyoroti potensi dampak konflik geopolitik di Timur Tengah terhadap ketahanan pangan nasional.
Namun Zulhas memastikan konflik tersebut tidak berdampak langsung pada pasokan makanan di Indonesia. Menurutnya, Indonesia tidak memiliki ketergantungan impor pangan dari kawasan tersebut.
“Perang Timur Tengah itu soal makanan tidak berdampak kepada kita karena kita tidak ada impor apa pun dari Timur Tengah soal makanan,” ungkapnya.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa ketahanan pangan nasional lebih banyak ditopang produksi domestik, terutama untuk komoditas utama.
Strategi Pemerintah Tingkatkan Produksi Protein Nasional
Di sisi lain, pemerintah juga mendorong peningkatan produksi pangan dalam negeri, khususnya untuk komoditas sumber protein.
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengantisipasi gangguan pasokan global, termasuk potensi gejolak harga energi yang dapat berdampak pada sektor pangan.
“Perintah Bapak Presiden produksi pangan kita harus terus ditingkatkan. Tahun ini kita akan besar-besaran bangun untuk protein,” kata Zulhas.
Program tersebut mencakup berbagai proyek pengembangan produksi pangan, seperti pembangunan tambak ikan dengan sistem bioflok, pengembangan ayam petelur, serta program penggemukan ayam.
Pemerintah juga menyiapkan proyek tambak ikan berskala besar seluas sekitar 20.000 hektare di Pulau Jawa. Selain itu, pengembangan tambak direncanakan berlangsung di sekitar 500 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Sebagai bagian dari penguatan sektor kelautan dan perikanan, pemerintah juga merencanakan pembangunan sekitar 2.000 Kampung Nelayan Merah Putih pada 2026.
Sementara itu, data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) yang dihimpun oleh Bank Indonesia menunjukkan harga sejumlah komoditas pangan masih mengalami fluktuasi.
Untuk komoditas bawang, harga justru mengalami penurunan tipis. Harga bawang merah ukuran sedang tercatat sekitar Rp43.300 per kilogram, turun 0,92% dibandingkan sehari sebelumnya.
Sedangkan bawang putih ukuran sedang berada di kisaran Rp40.000 per kilogram, turun 0,62%. Di sisi lain, harga beras relatif stabil.
Harga beras kualitas medium I tercatat sekitar Rp15.950 per kilogram, naik tipis 0,31%, sementara beras medium II berada di level Rp15.800 per kilogram.
Cabai dan Telur Jadi Komoditas dengan Kenaikan Harga
Meski sebagian komoditas stabil, beberapa bahan pangan menunjukkan tren kenaikan. Harga cabai merah besar tercatat sekitar Rp44.850 per kilogram, naik 4,18% dibandingkan sehari sebelumnya.
Sementara cabai merah keriting berada di kisaran Rp44.500 per kilogram, naik 0,91%. Kenaikan juga terlihat pada cabai rawit. Harga cabai rawit hijau mencapai Rp54.650 per kilogram, naik 5%.
Sedangkan cabai rawit merah tercatat sekitar Rp82.850 per kilogram, meningkat 6,77%. Untuk komoditas protein hewani, harga daging ayam ras segar berada di kisaran Rp41.550 per kilogram, naik 0,24%.
Harga telur ayam ras tercatat sekitar Rp32.850 per kilogram, naik 0,92%. Sementara itu, gula pasir premium berada di kisaran Rp19.900 per kilogram, naik 0,25% dibandingkan sehari sebelumnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










