Akurat
Pemprov Sumsel

Kementerian ESDM Buka Peluang Impor Minyak dari Rusia

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 19 Maret 2026, 12:32 WIB
Kementerian ESDM Buka Peluang Impor Minyak dari Rusia
ilustrasi kapal minyak

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara soal peluang impor minyak dari berbagai negara sebagai langkah antisipasi untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan berbagai opsi sumber pasokan minyak, termasuk kemungkinan impor dari Rusia maupun Amerika Serikat.

“Untuk antisipasi, seluruh kemungkinan itu bisa kita siapkan. Karena untuk berapa ketersediaan minyak,Amerika juga sudah melepaskan untuk beberapa negara,” kata Yuliot saat ditemui di Batang, Jawa Tengah dikutip, Kamis (19/3/2026).

Baca Juga: Pemerintah Tinjau Ulang Perjanjian Impor Energi AS Senilai USD15 Miliar

Yuliot menambahkan, pemerintah akan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dalam negeri dengan tetap membuka peluang kerja sama dari berbagai sumber.

“Tentu, untuk kebutuhan dalam negeri, dalam rangka ketahanan, dari manapun sumber minyak, sepanjang itu dimungkinkan, ya kita akan lakukan. Termasuk dari Amerika sendiri,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo menjelaskan bahwa kerja sama energi dengan Amerika Serikat saat ini sudah berjalan, khususnya untuk komoditas LPG.

Mars Ega menuturkan, porsi impor LPG dari Amerika Serikat mencapai sekitar 70% dari total pasokan.

“Dengan Amerika, saat ini untuk LPG, sesudah ada transaksi, saat Januari, 70% source (sumber) LPG kita itu dari Amerika,” ujar Mars Ega.

Baca Juga: Pemerintah Alihkan Impor LPG dari Timur Tengah, Jamin Pasokan Aman

Mars Ega menekankan bahwa seluruh proses pengadaan tetap dilakukan secara transparan melalui mekanisme lelang, bukan penunjukan langsung.

“Dan 70% tersebut, bukan menggunakan proses tunjuk langsung, tetapi tetap mengikuti proses prosedur dengan lelang,” tuturnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.