Bidik Logistik Halal, Lion Parcel Adopsi AI

AKURAT.CO Di tengah pertumbuhan industri logistik Indonesia yang semakin kompetitif, inovasi menjadi kunci utama bagi pelaku usaha untuk bertahan dan berkembang.
Salah satu pemain yang agresif melakukan transformasi adalah Lion Parcel, yang kini mulai menggarap segmen logistik halal sekaligus mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI).
Strategi ini tidak hanya menjawab kebutuhan pasar yang semakin spesifik, tetapi juga menjadi upaya perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing.
Baca Juga: Cara Hadapi Lonjakan Pesanan Belanja Online saat Lebaran: Tips dari Lion Parcel untuk UMKM
Logistik Halal Jadi Diferensiasi Baru di Industri
Lion Parcel mulai memposisikan diri sebagai pionir dalam pengembangan layanan logistik halal di Indonesia.
Inisiatif ini masih berada pada tahap awal, namun dinilai memiliki potensi besar untuk membuka pasar baru, khususnya di negara dengan populasi muslim terbesar seperti Indonesia.
Chief Operating Officer Lion Parcel, Muhammad Fadli, menegaskan bahwa implementasi logistik halal difokuskan pada pemisahan ketat antara barang halal dan non-halal sejak awal proses.
“Sejak awal proses penjemputan (pick up), paket halal dan non-halal sudah kita pisahkan menggunakan wadah (bin) khusus. Saat masuk ke hub atau gudang pun tetap dipisah,” ujar Fadli dikutip dalam chanel Akurat.co, Kamis (19/3/2026)/
Menariknya, kebijakan ini tidak dibarengi dengan penambahan biaya kepada konsumen. Strategi tersebut menjadi nilai tambah (value proposition) yang diharapkan mampu meningkatkan loyalitas pelanggan sekaligus memperluas pangsa pasar.
“Kita ingin dengan adanya logistik halal ini bisa menjadi nilai jual (selling point) bagi Lion Parcel serta membuka peluang pasar baru,” lanjutnya.
Digitalisasi dan Dashboard Real-Time Tekan Human Error
Selain inovasi layanan, Lion Parcel juga memperkuat fondasi operasional melalui digitalisasi. Namun, perusahaan memilih pendekatan selektif dalam menerapkan otomatisasi.
Alih-alih mengadopsi sistem otomatis secara masif, Lion Parcel mengedepankan penggunaan dashboard pemantauan kinerja secara real-time. Sistem ini memungkinkan perusahaan untuk memonitor operasional secara langsung, sekaligus meminimalkan potensi kesalahan manusia.
“Automatisasi tidak bisa diterapkan secara sembarangan, harus melihat kebutuhan bisnis. Kami lebih fokus pada dashboard monitoring real-time untuk menekan human error dan memperbaiki SOP dengan cepat,” jelas Fadli.
Pendekatan ini dinilai lebih adaptif, terutama dalam industri logistik yang memiliki kompleksitas tinggi dan membutuhkan respons cepat terhadap perubahan.
Eksplorasi AI Jadi Kunci Efisiensi 2026–2027
Dalam peta jalan bisnis lima tahun ke depan, Lion Parcel tidak hanya mengandalkan ekspansi jaringan fisik hingga tingkat kabupaten. Perusahaan juga mulai mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Saat ini, implementasi AI masih berada pada tahap eksplorasi dan pengembangan awal. Namun, Lion Parcel optimistis teknologi ini akan memberikan dampak signifikan dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
“Lion Parcel sudah mengeksplorasi dan mulai mengimplementasikan AI, yang diharapkan akan semakin berdampak signifikan pada operasional di tahun 2026 hingga 2027,” ungkap Fadli.
Penggunaan AI di sektor logistik umumnya mencakup optimalisasi rute pengiriman, prediksi permintaan, hingga manajemen gudang berbasis data. Hal ini menjadi krusial dalam meningkatkan efisiensi biaya dan kecepatan layanan.
Kunci Bertahan di Industri Logistik: Agile dan Adaptif
Menghadapi perubahan yang cepat di industri logistik, Lion Parcel menekankan pentingnya fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi. Fadli menyebut dua prinsip utama yang harus dipegang oleh setiap pelaku usaha di sektor ini.
“Di dunia logistik yang sangat dinamis, kita tidak boleh kaku. Kata kuncinya cuma dua: agile dan adopt,” tegasnya.
Prinsip tersebut mencerminkan kebutuhan industri akan respons cepat terhadap perubahan teknologi, perilaku konsumen, hingga dinamika pasar global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










