Akurat
Pemprov Sumsel

Ini Cara Lion Parcel Tekan Biaya Logistik ke Indonesia Timur

Esha Tri Wahyuni | 19 Maret 2026, 23:23 WIB
Ini Cara Lion Parcel Tekan Biaya Logistik ke Indonesia Timur
COO Lion Parcel, Muhammad Fadli

AKURAT.CO Biaya pengiriman barang ke Indonesia Timur seperti Maluku, Papua, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) selama ini menjadi tantangan utama bagi pelaku UMKM dan masyarakat.

Ongkos kirim yang tinggi kerap menghambat distribusi barang, memperlambat pertumbuhan bisnis, hingga menekan daya saing produk lokal. 

Menjawab persoalan tersebut, Lion Parcel menghadirkan strategi efisiensi logistik berbasis integrasi penerbangan.

Dengan memanfaatkan jaringan Lion Group, perusahaan ini mampu menekan ongkir, mempercepat waktu pengiriman, dan menjaga stabilitas layanan di tengah lonjakan permintaan.

Strategi ini menjadi solusi konkret dalam menekan biaya logistik nasional, khususnya untuk wilayah Indonesia Timur.

Integrasi Jadwal Penerbangan Jadi Kunci Efisiensi Logistik

Chief Operating Officer Lion Parcel, Muhammad Fadli, menegaskan bahwa efisiensi operasional perusahaan bertumpu pada integrasi sistem dengan jadwal penerbangan Lion Group.

“SOP pengiriman itu semuanya kita cocokkan dengan jadwal penerbangan di Lion Group. Infrastruktur awal ini sangat memudahkan kita dari sisi logistik untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan,” ujar Fadli dikutip dari chanel YouTube Akurat.co, Kamis (19/3/2026).

Dengan pendekatan ini, Lion Parcel tidak perlu membangun infrastruktur logistik dari nol. Sinkronisasi dengan jadwal penerbangan memungkinkan optimalisasi kapasitas kargo sekaligus menekan biaya operasional secara signifikan.

Optimalisasi Rute Timur: Batik Air hingga Wings Air Jadi Andalan

Untuk distribusi ke kawasan Indonesia Timur, Lion Parcel mengandalkan armada penerbangan yang memiliki frekuensi tinggi ke wilayah tersebut, seperti Batik Air, Super Air Jet, dan Wings Air.

Pemanfaatan rute penerbangan yang padat ini memungkinkan perusahaan menyesuaikan kapasitas kargo secara dinamis. Dampaknya, biaya pengiriman dapat ditekan sekaligus mempercepat waktu pengantaran barang.

Selain itu, Lion Parcel juga menggandeng mitra lokal di berbagai daerah guna memperkuat distribusi last-mile. Strategi ini penting untuk memastikan barang dapat sampai ke konsumen akhir secara lebih cepat dan efisien, terutama di wilayah dengan akses geografis yang menantang.

Tidak hanya fokus pada efisiensi biaya, Lion Parcel juga memperkuat ketahanan operasional menghadapi lonjakan pengiriman saat peak season seperti Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta Lebaran.

Perusahaan melakukan evaluasi berkala dan memanfaatkan data historis untuk melakukan forecasting permintaan. Pendekatan berbasis data ini memungkinkan perusahaan mengantisipasi lonjakan volume tanpa mengganggu kualitas layanan.

Strategi tersebut menjadi krusial mengingat lonjakan permintaan pada periode tertentu sering kali memicu keterlambatan pengiriman dan kenaikan tarif logistik di pasar.

Pertumbuhan Pengiriman Tumbuh 40 Persen

Efisiensi operasional dan kesiapan infrastruktur yang matang berdampak langsung pada kinerja bisnis Lion Parcel. Perusahaan mencatat pertumbuhan signifikan dalam volume pengiriman.

“Kalau kita komparasi untuk kuartal pertama 2024 dengan 2025, kurang lebih kita mengalami kenaikan sekitar 40 persen. Angka yang cukup besar,” kata Fadli.

Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha terhadap layanan logistik yang lebih cepat, terjangkau, dan andal.

Turunnya biaya logistik menjadi angin segar bagi UMKM, khususnya yang berada di wilayah Indonesia Timur. Akses distribusi yang lebih murah dan cepat membuka peluang pasar yang lebih luas, termasuk ke wilayah barat Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.