Zulhas: Kebijakan Energi Presiden Prabowo Mulai Terlihat, Indonesia Tak Lagi Impor Solar

AKURAT.CO Kebijakan energi Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan hasil, terutama dalam upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyebut, Indonesia kini tidak lagi mengimpor solar berkat program hilirisasi sawit dan penerapan biodiesel.
“Kita sudah tidak impor lagi solar. Kita sudah masuk B40 hingga B50, jadi solar sudah tidak impor lagi,” ujar Zulhas dalam Rakernas PAN di Kantor DPP PAN, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026).
Zulhas menjelaskan, capaian tersebut menjadi penting di tengah gejolak harga energi global. Meski demikian, tekanan masih dirasakan pada komoditas bensin.
“Kalau solar kita sudah cukup, tidak ada impor lagi. Kalau isu kenaikan itu lebih ke bensin,” katanya.
Dorong Kemandirian Energi
Menurut Zulhas, arah kebijakan Presiden Prabowo sejak awal menekankan kemandirian energi melalui swasembada dan hilirisasi sumber daya dalam negeri.
Baca Juga: Zulhas Tegaskan PAN–Gerindra Koalisi Sepanjang Masa, Dasco Doakan Langgeng
“Perintah Presiden, kita harus mandiri pangan dan energi, termasuk hilirisasi,” tegasnya.
Untuk mengurangi ketergantungan terhadap bensin impor, pemerintah juga mendorong pengembangan bioetanol berbasis tebu sebagai campuran BBM.
“Nanti kalau produksi tebu meningkat, kita akan produksi etanol sebagai campuran BBM,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah tengah menyiapkan program konversi sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi kendaraan listrik berbasis baterai dalam skala besar.
“Motor berbahan bakar bensin akan diganti menjadi berbasis baterai,” ungkap Zulhas.
Program ini ditargetkan menyasar hingga 120–130 juta unit sepeda motor, dengan dukungan subsidi untuk mempercepat transisi energi.
Zulhas menilai, berbagai langkah tersebut akan berdampak signifikan dalam menekan konsumsi BBM sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
“Kita ingin mandiri, tidak tergantung negara lain, sehingga benar-benar merdeka secara energi,” ujarnya.
Ia menegaskan, seluruh kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi besar pemerintahan Presiden Prabowo untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi di tengah ketidakpastian global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









