Wakil Ketua Komisi XII DPR Dorong Elektrifikasi di Tengah Krisis Energi

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, menekankan pentingnya elektrifikasi kendaraan dan penggunaan kompor listrik sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional di tengah dinamika global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah.
“Kondisi saat ini, menjadi pengingat bagi Indonesia untuk segera memperkuat kemandirian energi melalui pemanfaatan sumber daya domestik, terutama ketenagalistrikan ditengah risiko stabilitas pasokan dan harga energi dunia,” katanya di sela rapat sektor ketenagalistrikan, Kamis (2/4/2026).
Sugeng menjelaskan bahwa elektrifikasi kendaraan merupakan langkah strategis untuk mengalihkan konsumsi energi di sektor transportasi dari bahan bakar fosil ke listrik.
Baca Juga: Insentif EV Dibutuhkan Untuk Redam Gejolak Krisis Energi
“Dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, konsumsi energi dapat lebih bertumpu pada sistem kelistrikan nasional yang bersumber dari dalam negeri,” katanya.
Dalam beberapa tahun terakhir, data menunjukkan, subsidi energi meningkat dari Rp95,7 triliun (2020) menjadi Rp159,6 triliun (2023), lalu naik ke Rp203,4 triliun pada 2024, terutama untuk BBM dan LPG.
Bahkan pada 2025, total anggaran mencapai Rp394,3 triliun, dan direncanakan Rp210,06 triliun dalam RAPBN 2026, dengan porsi besar tetap untuk BBM dan LPG.
Untuk itu, Sugeng juga mendorong konversi kompor berbahan bakar gas ke kompor listrik di tingkat rumah tangga. “Penggunaan kompor listrik dapat menjadi alternatif yang lebih efisien sekaligus memanfaatkan jaringan listrik yang telah tersedia luas di berbagai daerah,” katanya.
Sugeng menegaskan bahwa kedua langkah tersebut tidak hanya mendukung transisi menuju energi bersih, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghadapi ketidakpastian global.
“Peningkatan konsumsi listrik domestik secara produktif akan memperkuat sistem energi nasional di tengah tekanan eksternal,” katanya.
Ia menambahkan, kebijakan elektrifikasi kendaraan dan kompor listrik perlu didukung regulasi yang matang agar implementasinya berjalan efektif dan tidak membebani masyarakat.
“Dengan demikian, transisi energi dapat berlangsung bertahap sekaligus memberikan manfaat nyata bagi ketahanan energi nasional,” tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







