Akurat
Pemprov Sumsel

Jaga Harga dan Pasokan, Bulog Serap Seluruh Jagung Petani Blora

Esha Tri Wahyuni | 4 April 2026, 08:10 WIB
 Jaga Harga dan Pasokan, Bulog Serap Seluruh Jagung Petani Blora
Bulog memastikan seluruh hasil panen jagung petani Blora terserap untuk menjaga stabilitas harga, pasokan pakan ternak, dan kebutuhan bioetanol nasional.

AKURAT.CO Perum Bulog memastikan akan menyerap seluruh hasil produksi jagung petani di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sebagai langkah menjaga stabilitas pangan dan memperkuat pasokan industri pakan serta bioetanol nasional.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan, komitmen tersebut saat menghadiri panen raya jagung kuartal I dan tanam serentak kuartal II di Kecamatan Randublatung, Jumat.

Ia menegaskan Bulog akan bertindak sebagai pembeli utama (off-taker) untuk menjamin hasil panen petani terserap optimal.

Baca Juga: Distribusi Bantuan Pangan Masih Rendah, Bos Bulog: Agar Harga Terkendali

“Komitmen kami itu juga untuk mendukung petani dan menjaga stabilitas pangan nasional,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (4/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, panen dilakukan di lahan seluas 15 hektare dengan produktivitas mencapai 7 ton per hektare.

Angka ini menunjukkan potensi produksi jagung Blora yang dinilai masih dapat ditingkatkan seiring dukungan pemerintah dan sektor terkait.

Bulog juga menyoroti besarnya peluang pengembangan jagung untuk kebutuhan energi alternatif. Secara nasional, kebutuhan jagung untuk bioetanol diperkirakan mencapai 3,2 juta ton. Sementara itu, kebutuhan jagung untuk industri pakan ternak mencapai sekitar 15 juta ton per tahun.

“Hal itu peluang besar bagi petani karena jagung dapat dipanen dalam waktu relatif singkat, sekitar tiga bulan,” ujarnya.

Dari sisi produksi daerah, Pemerintah Kabupaten Blora mencatat luas tanam jagung saat ini mencapai 83.000 hektare. Bupati Blora, Arief Rohman menargetkan, ekspansi hingga lebih dari 100.000 hektare dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga: Bantuan Pangan Bulog Sasar 33 Juta Keluarga Penerima Manfaat, Misbakhun: Harus Benar-benar Dijaga Sampai ke Masyarakat

“Jika saat ini baru 83.000 hektare, ke depan bisa lebih dari 100.000 hektare. Dengan dukungan semua pihak, kami optimis bisa menjadi nomor satu di Jateng,” kata Arief.

Secara historis, jagung merupakan salah satu komoditas strategis dalam ketahanan pangan Indonesia, terutama sebagai bahan baku utama pakan ternak.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah melalui Kementerian Pertanian mendorong peningkatan produksi domestik guna menekan ketergantungan impor, termasuk melalui program perluasan lahan dan peningkatan produktivitas.

Selain itu, pengembangan jagung untuk bioetanol menjadi bagian dari strategi diversifikasi energi nasional, seiring upaya pemerintah mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Yudi Sastro menyebut pengembangan jagung untuk bioetanol ditargetkan mencapai 1 juta hektare secara nasional, dengan Blora sebagai salah satu titik awal implementasi.

“Blora menjadi titik awal pengembangan tersebut,” ujar Yudi.

Dari sisi hilirisasi, pemerintah daerah menilai masih terdapat celah besar dalam peningkatan nilai tambah. Selama ini, sebagian besar jagung dari Blora dijual keluar daerah tanpa pengolahan lanjutan.

“Jika hilirisasi terwujud, nilai ekonomi petani akan meningkat dan kesejahteraan semakin baik,” kata Arief.

Sementara itu, dukungan lintas sektor juga diperkuat melalui keterlibatan TNI. Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi memastikan pengawalan program dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan benih, pupuk, pembiayaan, hingga penyerapan hasil panen.

“Kami akan memastikan dari hilir hingga hulu berjalan dengan baik,” ujarnya.

Langkah Bulog sebagai off-taker diproyeksikan memberi kepastian harga dan pasar bagi petani, yang selama ini kerap menghadapi fluktuasi harga saat panen raya.

Dari sisi industri, jaminan pasokan jagung berpotensi menstabilkan biaya produksi pakan ternak yang berkontribusi pada inflasi pangan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.