Akurat
Pemprov Sumsel

Hadapi El Nino, Mentan Pastikan Stok Beras Aman Sampai 11 Bulan

Esha Tri Wahyuni | 6 April 2026, 09:10 WIB
Hadapi El Nino, Mentan Pastikan Stok Beras Aman Sampai 11 Bulan
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman

AKURAT.CO Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memastikan, stok dan produksi pangan nasional dalam kondisi aman meski Indonesia berpotensi menghadapi fenomena El Nino mulai April 2026.

Pemerintah mengandalkan pengalaman sebelumnya serta penguatan infrastruktur pertanian untuk menjaga stabilitas pasokan.

“(El Nino) katanya kering enam bulan. Tapi sepertinya masih lebih tinggi dulu El Nino tahun 2015. Kami sudah pengalaman mengelola El Nino bersama teman-teman di 2015, 2023, 2024,” kata Amran saat meninjau Gudang Bulog Panaikang bersama jajaran Bulog di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4/2026).

Baca Juga: Hadapi El Nino Godzilla, Ini Cara Pemerintah Perkuat Cadangan Pangan Pusat dan Daerah

Kementerian Pertanian mencatat stok beras pemerintah yang tersimpan di Perum Bulog mencapai 4,5 juta ton per awal April 2026. Angka ini disebut sebagai level tertinggi sepanjang sejarah pencatatan stok beras nasional.

Selain cadangan pemerintah, Amran memaparkan ketersediaan pangan dari sektor lain juga signifikan.

“Yang ada di Horeka itu 12,5 juta ton. Kemudian standing crop kita yang siap panen sekitar 11 juta ton. Berarti total sudah 23 juta ton,” ujarnya.

Untuk menjaga produksi di tengah ancaman kekeringan, pemerintah telah menyalurkan 80.158 unit pompa air sepanjang 2025 kepada kelompok tani. Jumlah tersebut akan ditambah sekitar 40 ribu unit pada 2026 guna memperkuat sistem irigasi berbasis pompanisasi.

“Aku tambah pompanisasi, mudah-mudahan 40 ribu. Jadi semakin kuat. Tidak usah khawatir El Nino karena pertahanan kita kuat,” kata Amran.

Fenomena El Nino merupakan anomali iklim yang menyebabkan penurunan curah hujan dan berpotensi menekan produksi pangan. Indonesia sebelumnya mengalami El Nino kuat pada 2015 yang berdampak pada penurunan produksi padi dan peningkatan impor pangan.

Baca Juga: Hadapi Ancaman Super El Nino, Kapolda Riau Tinjau Langsung Karhutla di Bengkalis

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pola El Nino umumnya berlangsung antara 6 hingga 9 bulan. Pengalaman pada 2023–2024 juga menunjukkan dampak signifikan terhadap sektor pertanian, terutama di wilayah sentra produksi padi di Jawa dan Sulawesi.

Pemerintah sejak itu memperkuat strategi mitigasi melalui pompanisasi, optimalisasi lahan rawa (oplah), serta peningkatan indeks pertanaman dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali tanam per tahun.

Ketersediaan stok beras dalam jumlah besar menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga pangan di pasar domestik. Dengan cadangan mencapai 4,5 juta ton, tekanan inflasi dari sisi pangan diharapkan dapat ditekan, terutama selama periode kemarau panjang.

Bagi petani, tambahan pompa air dan perbaikan irigasi dinilai krusial untuk menjaga produktivitas lahan di tengah risiko kekeringan. Sementara bagi konsumen, jaminan stok pangan memberikan kepastian terhadap ketersediaan beras sebagai komoditas utama.

“Artinya 11 bulan ke depan ini aman. Stok untuk rakyat Indonesia 11 bulan ke depan aman. Sedangkan kekeringan 6 bulan. Berarti aman kan?” ujar Amran.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.