Akurat
Pemprov Sumsel

BPS: Produksi Gula Naik, Pola Konsumsi Masyarakat Bergeser

Esha Tri Wahyuni | 9 April 2026, 10:20 WIB
BPS: Produksi Gula Naik, Pola Konsumsi Masyarakat Bergeser
BPS mencatat produksi gula 2025 naik jadi 2,67 juta ton, namun konsumsi rumah tangga turun. Industri kini menjadi penyerap terbesar pasar gula nasional.

AKURAT.CO Produksi gula nasional sepanjang 2025 meningkat signifikan menjadi 2,67 juta ton, namun konsumsi di level rumah tangga justru menunjukkan tren penurunan.

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menandai adanya pergeseran struktur pasar gula domestik, dari konsumsi langsung ke kebutuhan industri dan sektor jasa makanan.

Wakil Kepala BPS, Sonny Harry Budi Utomo Harmadi menyampaikan produksi gula pada 2025 naik dari 2,47 juta ton pada 2024 dan 2,23 juta ton pada 2023. Secara tahunan, kenaikannya mencapai sekitar 8,1%.

Baca Juga: Amran Tegaskan Target Produksi Gula 3 Juta Ton pada 2026

“Yang menarik, konsumsi gula kita cenderung turun dari waktu ke waktu termasuk konsumsi per kapitanya,” ujar Sonny dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Kenaikan produksi ditopang oleh perluasan areal tebu yang meningkat menjadi 563.000 hektare, dari 521.000 hektare pada 2024. Sentra produksi masih terkonsentrasi di Jawa Timur, Lampung, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, dan Jawa Barat.

Di sisi konsumsi, rumah tangga hanya menyerap sekitar 1,4 juta hingga 1,46 juta ton, dengan konsumsi per kapita turun menjadi 5,15 kilogram per orang per tahun.

Menurut BPS, penurunan ini tidak selalu berarti konsumsi gula masyarakat secara total menyusut, melainkan terjadi pergeseran pola belanja.

“Sehingga mereka tidak membeli gula secara langsung tetapi menggunakan makanan jadi yang dihasilkan baik oleh industri maupun oleh restoran,” kata Sonny.

Secara historis, tren ini sudah terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan kesadaran gaya hidup sehat, pembatasan konsumsi gula, serta naiknya konsumsi makanan dan minuman siap saji menjadi faktor utama.

Baca Juga: Mentan Targetkan Produksi Gula 14 Ton per Hektare dan Swasembada 2030

Data BPS menunjukkan konsumsi rumah tangga kini hanya menyumbang sekitar 23,13% dari total penggunaan gula nasional.

Sebaliknya, sektor industri pengolahan menjadi pengguna terbesar, dengan serapan hampir 3,9 juta ton pada 2025. Sementara sektor hotel, restoran, dan katering (horeka) menyerap lebih dari 970.000 ton.

Dengan demikian, total penggunaan gula nasional sepanjang 2025 mencapai 6,33 juta ton, jauh di atas kapasitas produksi domestik.

Kondisi ini penting bagi publik dan pasar karena menunjukkan bahwa isu gula nasional kini bukan hanya soal konsumsi rumah tangga, tetapi juga berkaitan dengan pasokan bahan baku industri makanan dan minuman, yang berdampak langsung pada harga produk konsumsi.

Meski produksi meningkat, Indonesia masih harus mengimpor sekitar 3,93 juta ton gula, terutama dari Brasil, Thailand, dan Australia, untuk memenuhi kebutuhan industri dan pasar domestik.

Gap antara produksi dan kebutuhan ini menjadi indikator bahwa agenda swasembada gula masih menghadapi tantangan struktural.

Sebagai informasi, pemerintah sebelumnya menargetkan produksi gula nasional menembus 3 juta ton pada 2026 sebagai bagian dari roadmap penguatan ketahanan pangan nasional.

Ke depan, pasar akan mencermati dua hal utama: percepatan produktivitas tebu domestik dan kebijakan impor untuk menjaga pasokan industri tanpa menekan harga di tingkat konsumen.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.