Live Streaming Dorong Lonjakan Transaksi Ecommerce ke Rp96,7 Triliun

AKURAT.CO Kementerian Perdagangan mencatat nilai penjualan e-commerce Indonesia pada Februari 2026 mencapai USD 5,76 miliar atau setara Rp96,7 triliun. Lonjakan ini dipicu perubahan pola konsumsi digital, di mana konten dan LIVE streaming menjadi pintu utama transaksi.
Data menunjukkan, di platform Tokopedia dan TikTok Shop, siaran LIVE telah ditonton hingga 38 miliar kali. Aktivitas ini mendorong lonjakan transaksi hingga 15 kali lipat, menandai pergeseran signifikan dari model pencarian produk ke model penemuan berbasis konten (discovery e-commerce).
Executive Director Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, Stephanie Susilo, mengatakan integrasi kedua platform memperkuat ekosistem perdagangan digital nasional. Seiring tren konten menjadi penggerak utama dalam perdagangan, kekuatan penemuan TikTok berperan penting dalam membantu pengguna menemukan produk dengan cara yang lebih menarik.
"Integrasi Tokopedia dan TikTok Shop memungkinkan penjual mengubah proses penemuan menjadi transaksi secara lebih mulus,” ujar Stephanie dalam keterangannya, Sabtu (11/4/2026).
Dirinya menambahkan, sistem terintegrasi tersebut memungkinkan pelaku usaha mengelola operasional secara efisien serta mengakses insight yang lebih dalam untuk meningkatkan konversi penjualan.
“Didukung oleh pusat penjual yang terintegrasi, pelaku usaha dapat menjangkau pelanggan melalui konten dan marketplace, sehingga mendorong pertumbuhan bisnis yang nyata dan terukur,” kata Stephanie.
Tren Baru E-Commerce di Tahun 2026
Secara historis, tren social commerce di Indonesia mulai meningkat sejak pandemi COVID-19, ketika interaksi digital melonjak tajam. Namun, data 2026 menunjukkan fase baru, di mana konten tidak hanya menjadi sarana promosi, melainkan kanal utama transaksi.
Sejumlah brand lokal mencatat pertumbuhan signifikan dari strategi ini. MOELL OFFICIAL, misalnya, mencatat kenaikan gross merchandise value (GMV) sebesar 51%, dengan kontribusi affiliate mencapai 63%. Pendiri MOELL OFFICIAL, Uung Victoria Finky, menyebut pemanfaatan fitur LIVE dan kolaborasi kreator menjadi kunci.
“Melalui Tokopedia dan TikTok Shop, kami dapat memaksimalkan potensi. Mulai dari fitur LIVE, jaringan affiliate, hingga solusi iklan terintegrasi, ekosistem ini memfasilitasi kami menjangkau audiens lebih luas sekaligus meningkatkan konversi secara signifikan,” ujarnya.
Sementara itu, Pushop Store mencatat GMV naik 53% selama periode kampanye besar seperti Ramadan, dengan kontribusi affiliate meningkat 60% dan performa konten video melonjak hingga 94%.
“Dengan dukungan affiliate content creator, konten video, serta fitur pemasaran seperti GMV Max, kami dapat memperluas jangkauan sekaligus mengoptimalkan performa penjualan,” kata TikTok Shop Specialist Pushop Store, Riki Rezkiyansyah.
Di sisi lain, Vianova Watch Store mencatat kenaikan GMV sebesar 61% selama Ramadan dibandingkan hari biasa, dengan kontribusi affiliate mencapai 87% dari total transaksi. Pendiri Vianova, Dennis Hartanto, menegaskan peran LIVE streaming dan promosi eksklusif dalam menarik minat pembeli.
“Kolaborasi dengan affiliate content creator dan dukungan fitur terintegrasi membantu kami menjangkau audiens lebih luas sekaligus mendorong keputusan pembelian,” ujarnya.
Lonjakan ini berdampak langsung pada peta persaingan industri ritel dan UMKM. Model discovery e-commerce memungkinkan pelaku usaha kecil menjangkau konsumen tanpa bergantung pada pencarian konvensional atau iklan besar. Di sisi lain, platform digital semakin menguat sebagai infrastruktur utama perdagangan domestik.
Dampak Bagi Pasar dan Konsumen
Bagi pasar, tren ini menunjukkan pergeseran fundamental dalam perilaku konsumen Indonesia, khususnya generasi muda yang lebih responsif terhadap konten visual dan interaktif.
Hal ini berpotensi meningkatkan nilai ekonomi digital nasional, yang sebelumnya ditargetkan pemerintah terus tumbuh dua digit dalam beberapa tahun ke depan.
Ke depan, integrasi teknologi, konten, dan ekosistem marketplace diperkirakan akan menjadi faktor utama pertumbuhan e-commerce Indonesia.
Pemerintah dan pelaku industri kini menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, perlindungan konsumen, serta keberlanjutan UMKM di tengah akselerasi digital yang semakin cepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini











