Akurat
Pemprov Sumsel

Telan Anggaran Rp25,8 Miliar Untuk Revitalisasi, Pasar Sidayu Siap Beroperasi

Esha Tri Wahyuni | 11 April 2026, 22:06 WIB
Telan Anggaran Rp25,8 Miliar Untuk Revitalisasi, Pasar Sidayu Siap Beroperasi
Mendag Budi Santoso

AKURAT.CO Menteri Perdagangan, Budi Santoso, meresmikan Pasar Tematik Industri Sidayu di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dengan nilai revitalisasi mencapai Rp25,8 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025.

Pasar Sidayu yang telah direvitalisasi kini mampu menampung 538 pedagang dan dilengkapi fasilitas modern seperti CCTV, musala, toilet, pos keamanan, pos kesehatan, pos ukur ulang, hingga Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Menteri Perdagangan, Budi Santoso menegaskan bahwa transformasi pasar rakyat menjadi prioritas pemerintah untuk meningkatkan daya saing sektor perdagangan domestik.

Baca Juga: Harapan Pedagang Menanti Janji Revitalisasi Pasar Baru

“Kami mendukung penuh revitalisasi pasar rakyat, seperti di Pasar Sidayu untuk menghadirkan kenyamanan bagi pedagang dan konsumen. Pasar Tematik Industri Sidayu ini unik karena keberadaan bangunan cagar budaya di dalamnya sehingga bisa menjadi pasar wisata di samping menjalankan perannya sebagai pusat ekonomi,” ujar Budi dalam keterangannya, Sabtu (11/4/2026).

Mengembalikan Fungsi Pasar Sidayu

Selain itu, pemerintah juga mendorong integrasi digital dalam aktivitas perdagangan. “Kami mendorong para pedagang di pasar rakyat untuk mulai berjualan secara daring. Program ini sudah diterapkan di beberapa pasar, sehingga transaksinya tetap tinggi karena didukung pembelian daring,” kata Budi.

Revitalisasi Pasar Sidayu merupakan bagian dari program nasional penguatan pasar rakyat yang didorong Kementerian Perdagangan melalui skema DAK. Berdasarkan data Kemendag, hingga 2024 terdapat lebih dari 16.000 pasar rakyat di Indonesia, namun sebagian masih menghadapi tantangan infrastruktur dan daya saing dengan ritel modern.

Pasar Sidayu sendiri sebelumnya mengalami kebakaran pada 2022 yang menyebabkan kerusakan signifikan. Pembangunan ulang dilakukan dengan mempertahankan nilai historis bangunan sekaligus menyesuaikan standar pasar modern yang lebih higienis dan tertata.

Program revitalisasi pasar rakyat juga sejalan dengan strategi pemerintah dalam mendorong konsumsi domestik sebagai penopang pertumbuhan ekonomi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor utama Produk Domestik Bruto (PDB), dengan porsi di atas 50% hingga 2025.

Dampak terhadap Publik dan Pasar

Revitalisasi ini diharapkan meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan kapasitas 538 pedagang, pasar ini berpotensi menjadi pusat distribusi produk lokal sekaligus memperkuat rantai pasok industri daerah.

Fasilitas modern dan integrasi digital juga dinilai dapat meningkatkan efisiensi transaksi serta memperluas akses pasar. Adopsi platform daring oleh pedagang memungkinkan peningkatan volume penjualan, terutama di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin digital.

Selain itu, konsep pasar tematik berbasis industri dan wisata dinilai mampu menarik kunjungan masyarakat lebih luas, termasuk wisatawan domestik, sehingga menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi sektor lain seperti transportasi dan kuliner.

Pemerintah menargetkan revitalisasi pasar rakyat terus berlanjut di berbagai daerah sebagai bagian dari transformasi sektor perdagangan nasional. Integrasi antara infrastruktur fisik, digitalisasi, dan penguatan ekosistem industri daerah menjadi fokus utama untuk memastikan pasar rakyat tetap kompetitif di tengah ekspansi ritel modern dan e-commerce.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.