Akurat
Pemprov Sumsel

Belanja Nasional Tembus Rp184 Triliun, Lampaui Target Triwulan I 2026

Esha Tri Wahyuni | 13 April 2026, 08:50 WIB
Belanja Nasional Tembus Rp184 Triliun, Lampaui Target Triwulan I 2026
Menteri Perdagangan, Budi Santoso

AKURAT.CO Realisasi transaksi Program Belanja Nasional Triwulan I-2026 mencapai Rp184,02 triliun, melampaui target Rp172,38 triliun.

Pemerintah menilai capaian ini menjadi indikator daya beli masyarakat tetap terjaga di awal tahun, terutama selama periode Ramadan dan Idulfitri.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso menyatakan, capaian tersebut didorong oleh dua program utama, yakni Friday Mubarak dan Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026.

Baca Juga: Kemendag Buka Akses Ekspor ke 7 Pasar Nontradisional

“Keberhasilan ini membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha mampu menciptakan stimulus yang efektif bagi konsumsi masyarakat, khususnya dalam menyambut momentum Ramadan dan Idulfitri,” ujar Budi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (14/4/2026).

Secara rinci, program Friday Mubarak yang diinisiasi Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) mencatat transaksi Rp129,12 triliun atau 8,5% di atas target.

Program yang berlangsung 11 Februari hingga 31 Maret 2026 itu melibatkan sekitar 200 merek ritel, 11 juta pedagang pasar, 414 pusat perbelanjaan, dan 13.450 pasar rakyat.

Sementara itu, program BINA Lebaran 2026 yang digelar Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) membukukan transaksi Rp54,9 triliun atau melampaui target 2,8%.

Program ini berlangsung pada 6–30 Maret 2026 dengan partisipasi sekitar 800 merek, 80.000 gerai ritel, serta 400 pusat perbelanjaan di 24 provinsi.

Baca Juga: Kenapa IHSG Hari Ini Naik? Ini 4 Penyebab Utama dan Prediksi Terbarunya

Konsumsi rumah tangga selama ini menjadi kontributor utama terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia, dengan porsi lebih dari 50% berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam beberapa tahun terakhir.

Momentum Ramadan dan Idulfitri secara historis juga menjadi periode puncak konsumsi, ditandai dengan lonjakan belanja makanan, fesyen, dan kebutuhan rekreasi.

Program belanja nasional sendiri telah menjadi instrumen kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas konsumsi sejak periode pemulihan pascapandemi, dengan melibatkan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, ritel modern, dan UMKM.

Sejalan dengan peningkatan transaksi, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mencatat kenaikan kunjungan ke pusat perbelanjaan sebesar 12% selama Ramadan dan Idulfitri 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Konsumsi didominasi sektor makanan dan minuman, serta hiburan.

Peningkatan ini mencerminkan perbaikan aktivitas ekonomi domestik, khususnya di sektor ritel dan jasa. Selain itu, partisipasi jutaan pedagang pasar dan puluhan ribu gerai ritel menunjukkan dampak langsung terhadap pelaku usaha, termasuk UMKM yang menjadi bagian dari rantai distribusi.

Mendag menegaskan bahwa capaian ini menjadi indikator positif bagi stabilitas ekonomi nasional.

“Peningkatan kunjungan ini menjadi sinyal positif pemulihan dan penguatan sektor ritel nasional. Pemerintah optimistis tren ini akan terus berlanjut,” ujarnya.

Pemerintah menargetkan momentum konsumsi ini berlanjut sepanjang 2026 melalui sejumlah program lanjutan, seperti BINA Holiday, Merdeka Madness, dan Indonesia Great Sale. Langkah ini diproyeksikan menjaga daya beli sekaligus mendorong pertumbuhan sektor perdagangan.

“Capaian pada triwulan I menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan konsumsi domestik sepanjang tahun 2026. Ini adalah upaya strategis kami dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus menjadi katalis utama pertumbuhan sektor perdagangan ritel nasional,” kata Budi Santoso.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.