Pasokan Pembangkit Listrik Aman, Bos PLN: Stok Batu Bara 15,9 Hari dan Gas 12 Hari

AKURAT.CO PT PLN (Persero) memastikan kondisi pasokan energi primer untuk pembangkit listrik nasional tetap berada pada level aman.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan, hari operasi pembangkit (HOP) untuk stok batu bara nasional saat ini terjaga pada level 15,9 hari operasi, yang mencerminkan kondisi pasokan bahan bakar pembangkit yang stabil.
“Sampai dengan April 2026, hari operasi pembangkit (HOP) untuk stok batubara nasional terjaga pada 15,9 hari operasi, dan ini mencerminkan kondisi pasokan batu bara yang aman,” kata Darmawan saat rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Senin (13/4/2026).
Baca Juga: PLN Pastikan Pasokan Batu Bara Untuk Pembangkit Listrik Masih Aman
Adapun, berdasarkan data yang ditampilan PLN, cadangan batu bara untuk pembangkit di kawasan Sumatra mencatat HOP batu bara sebesar 16,23 hari, Kalimantan yang mencapai 22,47 hari, serta Sulawesi sebesar 13,12 hari.
Untuk kawasan Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), ketahanan stok batu bara berada pada level 14,59 hari operasi.
Di sisi lain, pasokan batu bara untuk pembangkit di kawasan timur Indonesia terpantau relatif tinggi. Ternate–Tidorememiliki cadangan hingga 27,28 hari, sedangkan Jayapura mencatat posisi tertinggi dengan 47,95 hari operasi.
Kemudian, untuk wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) berada di level 10,31 hari operasi. Angka ini lebih rendah dibandingkan wilayah lainnya.
Darmawan pun mengapresiasi dukungan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam menjaga kesinambungan pasokan batu bara ke pembangkit.
Menurutnya, tren HOP batu bara yang terus meningkat menjadi faktor penting dalam memperkuat keandalan sistem kelistrikan nasional, terutama untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat dan sektor industri.
“Dan ini tentu saja dalam rangka memperkuat keandalan pasokan listrik nasional,” tambahnya.
Pasokan Gas Aman
Selain batu bara, pasokan energi berbasis gas juga berada dalam kondisi aman. PLN mencatat HOP cadangan gas rata-rata berada di kisaran 12 hari.
Angka tersebut menunjukkan bahwa pengiriman liquefied natural gas (LNG) untuk kebutuhan pembangkit berjalan sesuai jadwal dan hingga kini tidak mengalami hambatan berarti.
“Lanjut, HOP atau hari operasi untuk cadangan gas ini rata-rata sekitar 12 hari, artinya secara umum pengiriman LNG sudah terjadwal dan secara umum tidak ada kendala,” tutur Darmawan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







