146 Kios Bulog Segera Hadir di Pasar Jakarta, Rantai Pasok Siap Dipangkas

AKURAT.CO Perum Bulog mempercepat rencana pengadaan 146 kios pangan di seluruh pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya Jakarta guna menjaga stabilitas harga komoditas strategis. Program ini kini dalam tahap tindak lanjut oleh jajaran wilayah DKI Jakarta.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan implementasi program sedang dikoordinasikan oleh pimpinan wilayah untuk memastikan setiap pasar memiliki titik distribusi resmi Bulog.
“Ini lagi ditindaklanjuti oleh Pinwil DKI ya, Pinwil DKI untuk supaya bisa direalisasikan tiap pasar itu ada kios Bulog sebagai perpanjangan tangan (Bulog),” ujar Rizal di Kantor Bulog Jakarta, Senin (13/4/2026) Malam.
Baca Juga: Bulog Optimistis Target 4 Juta Ton Beras Tembus Juli 2026
Program ini mencakup pengadaan 146 kios yang akan tersebar di seluruh pasar di bawah pengelolaan Perumda Pasar Jaya. Kios tersebut akan menjadi kanal distribusi langsung komoditas pangan strategis seperti beras, minyak goreng bersubsidi (MinyaKita), dan gula.
Bulog menargetkan efisiensi distribusi dengan memangkas rantai pasok dari gudang pusat ke pedagang eceran. Saat ini, pedagang masih harus mengambil barang langsung ke gudang Bulog, yang meningkatkan biaya logistik.
“Kalau teman-teman (pedagang eceran) harus ngambil, beli di gudang Bulog pusat, itu kan cost-nya tinggi. Jadi harus ada perpanjangan tangan kita di masing-masing pasar,” kata Rizal.
Sebagai bagian dari sistem distribusi nasional, Bulog hanya akan melayani pengecer resmi yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Selain itu, papan informasi harga akan dipasang untuk memastikan transaksi sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dan harga acuan pemerintah.
Baca Juga: Bulog Pastikan Serap 4 Juta Ton Gabah 2026, Stok Beras Capai 4,4 Juta Ton
Langkah ini merupakan bagian dari strategi stabilisasi pangan nasional yang selama ini mengandalkan operasi pasar dan distribusi berbasis gudang. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah memperkuat peran Bulog sebagai buffer stock untuk komoditas utama, terutama beras.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang utama inflasi nasional. Pada 2025, kelompok ini tercatat berkontribusi signifikan terhadap fluktuasi harga, terutama beras dan minyak goreng.
DKI Jakarta dipilih sebagai proyek percontohan karena berperan sebagai barometer harga nasional. Pergerakan harga di ibu kota kerap menjadi acuan bagi daerah lain, terutama dalam distribusi pangan antarwilayah.
Program kios ini sebelumnya telah dibahas bersama Dinas PPKUKM DKI Jakarta sejak Ramadhan awal 2026 sebagai bagian dari upaya pengendalian harga menjelang dan pasca periode konsumsi tinggi.
Kehadiran kios Bulog di pasar diperkirakan memberikan tiga dampak utama:
Efisiensi biaya distribusi
Rantai distribusi yang lebih pendek menekan biaya logistik yang selama ini ditanggung pedagang.
Stabilitas harga di tingkat konsumen
Akses langsung ke stok Bulog berpotensi mengurangi disparitas harga antar pasar.
Pengawasan harga lebih ketat
Papan informasi harga dan sistem distribusi resmi membantu menekan praktik penjualan di atas HET.
Bagi pedagang, program ini juga mengurangi ketergantungan pada distributor perantara yang selama ini menjadi salah satu faktor pembentuk harga di tingkat eceran.
Bulog dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah menyiapkan nota kesepahaman sebagai dasar implementasi program secara berkelanjutan. Jika model ini berhasil, Bulog berencana mereplikasi skema serupa di sejumlah wilayah lain seperti Jawa Barat dan Jawa Timur.
“Kalau ini berjalan, kita dorong wilayah lain mengikuti,” ujar Rizal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini











