Akurat
Pemprov Sumsel

Program MBG Menggerakkan Ekonomi Desa, Rp600 Miliar per Hari Mengalir ke Petani dan Peternak

Moehamad Dheny Permana | 17 April 2026, 17:16 WIB
Program MBG Menggerakkan Ekonomi Desa, Rp600 Miliar per Hari Mengalir ke Petani dan Peternak
Siswa dan siswi penerima Program MBG.

AKURAT.CO Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut, program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak signifikan terhadap sektor pertanian, peternakan, hingga perikanan melalui perputaran ekonomi yang besar.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Suwandi, mengungkapkan total perputaran uang dari program MBG dapat mencapai sekitar Rp1 triliun per hari, dengan sekitar Rp600 miliar di antaranya mengalir ke sektor pangan.

“Dari total perputaran Rp1 triliun per hari, sekitar Rp600 miliar masuk ke sektor pangan, artinya ada pergerakan ekonomi di petani, peternak, hingga pembudidaya ikan,” ujarnya di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Menurutnya, program ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi di pedesaan karena meningkatnya permintaan berbagai komoditas pertanian.

Kebutuhan beras untuk program MBG, misalnya, mengalami lonjakan signifikan. Pada 2025, kebutuhan mencapai 360 ribu ton dengan nilai Rp5,16 triliun.

Tahun 2026, angka tersebut diperkirakan melonjak menjadi 1,99 juta ton dengan nilai sekitar Rp30,6 triliun.

Baca Juga: Industri Sawit Perkuat Komitmen Dorong Ekonomi Hijau dan Berkelanjutan

“Kebutuhan beras ini sangat besar dan berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja,” kata Suwandi.

Selain beras, kebutuhan komoditas lain juga meningkat. Pada 2026, kebutuhan telur ayam diperkirakan mencapai 1,37 juta ton senilai Rp4,45 triliun.

Sementara itu, kebutuhan daging ayam mencapai 990 ribu ton dengan nilai sekitar Rp41 triliun.

Permintaan sayuran tercatat sebesar 2,48 juta ton senilai Rp9,92 triliun, sedangkan buah-buahan mencapai 2,5 juta ton dengan nilai sekitar Rp22,5 triliun.

“Nilai dari komoditas seperti telur, daging ayam, hingga buah-buahan sangat besar dan menjadi peluang bagi petani serta peternak,” jelasnya.

Dampak ekonomi program MBG juga tercermin dari peningkatan kesejahteraan petani.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 125,45 pada Februari 2026, tertinggi dalam beberapa dekade terakhir.

“NTP sektor pertanian mencapai 125 poin, ini yang tertinggi dalam sekitar 35 tahun terakhir,” ujar Suwandi.

Selain itu, tingkat kesenjangan di pedesaan juga menunjukkan penurunan.

Baca Juga: PANI Bidik Marketing Sales Rp4,3 Triliun, Andalkan Hunian Liveable di PIK2

BPS mencatat rasio gini pada September 2025 berada di level 0,295, yang menjadi salah satu yang terendah dalam beberapa tahun terakhir.

“Ini menunjukkan kesenjangan antara kelompok kaya dan miskin semakin menyempit,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.