PLTS Terapung Jadi Andalan, Kementerian ESDM Petakan Bendungan RI

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mengakselerasi pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), termasuk memaksimalkan potensi waduk sebagai lokasi PLTS terapung (floating photovoltaic) untuk memperkuat bauran energi bersih nasional.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini tengah mendorong implementasi PLTS secara lebih luas, tidak hanya pada skema ground mounted dan atap, tetapi juga melalui pengembangan PLTS terapung.
“Yang di mana Kementerian ESDM sekarang berdiskusi intens dengan kementerian PU untuk mengidentifikasi semua bendungan yang ada di Indonesia dan mana yang menjadi prioritas untuk dijadikan lokasi-lokasi PLTS,” kata Eniya Mini Conference National Transition Forum 2026 di Hotel Borobudur dikutip, Rabu (22/4/2026).
Baca Juga: Presiden Prabowo Terima Laporan dari Menteri ESDM, Tindak Lanjut Pertemuan di Rusia
Menurut Eniya, pemanfaatan waduk sebagai lokasi PLTS memiliki potensi yang sangat besar. Berdasarkan perhitungan sementara, dengan tingkat okupansi sekitar 20% dari total luas bendungan yang dikelola pemerintah, kapasitas listrik yang dapat dihasilkan diperkirakan mencapai lebih dari 15 gigawatt (GW).
“Basis hitungan kami saat ini 20 persen okupansi dari seluruh bendungan yang dibuat oleh kementerian PU itu, itu bisa menambah lebih dari 15 Giga Watt PLTS,” ujarnya.
Selain PLTS terapung, pengembangan PLTS atap juga terus didorong sebagai bagian dari partisipasi masyarakat dan sektor industri dalam transisi energi.
Implementasi PLTS atap saat ini telah menjangkau berbagai segmen, mulai dari rumah tangga, industri, komersial, hingga institusi.
Baca Juga: Kementerian ESDM Dorong Sinergi Industri untuk Elektrifikasi 100 Persen Indonesia pada 2029
Lebih lanjut, pemerintah juga tengah mengkaji deregulasi terkait pengembangan PLTS guna memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam pemanfaatannya.
“Jadi mungkin saja ke depan kita tidak usah berbicara mau itu atap, mau itu floating, mau itu ground mounted, tetapi semua PLTS yang ada bisa dipakai sebagai sumber energi yang dibangkitkan oleh kita sendiri,” tutur Eniya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










