Pertamina Pastikan Pasokan Avtur Aman di 14 Embarkasi Haji

AKURAT.CO PT Pertamina (Persero) memastikan kesiapan penuh dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 melalui keandalan layanan energi penerbangan di seluruh titik embarkasi.
Pertamina menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusi Avtur di 14 bandara embarkasi haji di seluruh Indonesia, dengan dukungan sistem logistik energi yang terintegrasi serta pemantauan operasional secara berkelanjutan.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron menyampaikan bahwa melalui Subholding Downstream PT Pertamina Patra Niaga, perusahaan telah menyiagakan infrastruktur aviasi serta menjaga ketahanan stok Avtur nasional pada level yang aman.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Siapkan 80 Ribu KL Avtur untuk Dukung Penerbangan Haji 2026
Pertamina memastikan seluruh infrastruktur aviasi dalam kondisi siap operasi, dengan dukungan sistem distribusi yang andal.
"Kesiapan ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung kelancaran pemberangkatan lebih dari 200 ribu jamaah haji Indonesia ke Tanah Suci,” kata Baron dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).
Secara keseluruhan, kebutuhan Avtur selama periode haji tahun ini diproyeksikan mencapai lebih dari 80.000 kiloliter, seiring dengan meningkatnya aktivitas penerbangan haji.
Pertamina memastikan kesiapan tersebut melalui perencanaan menyeluruh, mulai dari pengelolaan pasokan, kesiapan infrastruktur, hingga optimalisasi distribusi di seluruh titik layanan.
Layanan Avtur tersebut tersebar di berbagai titik embarkasi utama di Indonesia, di antaranya Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Kualanamu, Bandara Juanda, Bandara Sultan Hasanuddin, serta Bandara Yogyakarta International Airport.
Selain memastikan operasional berjalan optimal, Pertamina juga terus memperkuat keandalan pasokan melalui optimalisasi produksi dalam negeri dan pengelolaan logistik yang terintegrasi.
Sejalan dengan agenda transisi energi nasional, Pertamina juga mengembangkan Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bioavtur berbasis minyak jelantah (Used Cooking Oil/UCO).
Inisiatif ini tidak hanya mendukung pengurangan emisi di sektor penerbangan, tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan sumber daya domestik.
“Pertamina berkomitmen mendukung transisi energi melalui pengembangan biofuel berbasis bahan baku dalam negeri, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil impor,” tutur Baron.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








