Gandeng Kemendes, PLN Siap Percepat Akses Listrik Desa Tertinggal

AKURAT.CO PT PLN (Persero) memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi desa mandiri melalui kolaborasi strategis dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang Pemanfaatan dan Pengelolaan Tenaga Listrik dalam Rangka Peningkatan Perekonomian dan Produktivitas di Desa dan Daerah Tertinggal.
Kolaborasi ini mencakup integrasi data dan pemetaan kebutuhan energi desa, percepatan akses listrik di wilayah terbatas, pemanfaatan listrik untuk kegiatan ekonomi produktif, pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta pengembangan energi baru terbarukan (EBT) berbasis potensi lokal guna menciptakan sistem energi desa yang mandiri dan berkelanjutan.
Baca Juga: PLN Rampungkan Infrastruktur Listrik Data Center Microsoft
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan komitmen PLN dalam menghadirkan akses listrik yang merata dan andal hingga ke desa-desa sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi baru.
“Ini ada semangat bahwa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia itu bukan hanya tulisan di atas kertas, tapi harus diwujudkan dalam bentuk yang nyata, yaitu desa bukan lagi halaman belakang, tetapi ujung tombak titik-titik pertumbuhan ekonomi baru. Oleh karena itu, bagaimana akses terhadap energinya tidak boleh tertinggal lagi,” kata Darmawan dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026).
Darmawan menambahkan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk membangun ekosistem yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, membuka peluang usaha, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
“Tentu saja tidak ada satupun yang bisa melakukan pengentasan kemiskinan ini dalam suasana kesendirian. Sesuai arahan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto, ini bisa kita laksanakan kalau kita membangun kolaborasi. Untuk itu kita siap laksanakan dan insyaAllah bisa terwujud,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menyampaikan bahwa kemandirian desa yang berkelanjutan memerlukan langkah strategis untuk mengintegrasikan seluruh sumber daya melalui penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan.
"Desa hari ini bukan hanya objek pembangunan tapi subjek pembangunan. Maka saat yang tepat kita harus melakukan dan memastikan semua energi kita untuk kita arahkan ke desa, biar desa itu berdaya, mandiri dan bisa maju. Karena kalau desa maju insyaAllah Indonesia akan maju," jelas Yandri.
Baca Juga: Jumlah Mobil Listrik Meroket, PLN Perkuat Infrastruktur Kendaraan Listrik
Ia menambahkan, upaya kolektif ini menjadi langkah penting sekaligus wujud pelaksanaan mandat Asta Cita ke-6 untuk mengoptimalkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa guna mendorong pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan.
“Bapak Presiden mengarahkan kita ini punya desa binaan. Nah jadi nanti dari kampus, dari swasta, dari BUMN, siapapun kita, sejatinya punya desa binaan. Karena kalau kita membangun desa, otomatis membangun Indonesia,” tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








