Kebut Proyek Hilirisasi, Kementerian ESDM Intensifkan Koordinasi dengan Danantara

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan rapat kordinasi bersama Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Hilirisasi dan Badan Pengelola Investasi Danantara.
Adapun, rapat tersebut dihadiri langsung oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, dan Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN Dony Oskaria.
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ahmad Erani Yustika mengatakan, pemerintah tengah mengintensifkan koordinasi dengan Danantara guna memastikan proyek hilirisasi dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan Presiden.
Baca Juga: Hilirisasi Tembaga dan Emas Terintegrasi di Gresik Serap Hingga 7.500 Tenaga Kerja
“Iya. Kita mengkoordinasikan dengan Danantara, khususnya ya, yang proyek-proyek yang sudah groundbreaking itu kita intensifkan koordinasinya agar bisa berjalan sesuai dengan rencana,” kata Erani di Kementerian ESDM dikutip, Selasa (5/5/2026).
Erani menjelaskan, pemerintah tidak hanya menargetkan seremoni peletakan batu pertama, tetapi juga memastikan proyek benar-benar berlanjut ke tahap konstruksi hingga berproduksi.
Lebih lanjut, Erani mengungkapkan bahwa pemerintah juga akan melakukan evaluasi terhadap sejumlah proyek hilirisasi yang mengalami penyesuaian, baik dari sisi lokasi, nilai investasi, maupun kapasitas produksi.
“Termasuk kita akan menanyakan beberapa, akan mengkoordinasikan beberapa perubahan-perubahan setiap proyek. Kan ada beberapa proyek yang lokasinya itu mengalami pergeseran, atau nilai investasinya, atau juga kapasitas yang hendak diproduksi,” tutur Erani.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, Jumat (24/4/2026).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pertemuan tersebut membahas perkembangan program hilirisasi yang akan segera dibangun di 13 lokasi di berbagai wilayah Indonesia.
“Perkembangan program hilirisasi yang berikutnya akan dibangun segera pada 13 lokasi di Indonesia,” ujar Teddy dalam keterangan tertulis.
Selain itu, pemerintah juga membahas masuknya sejumlah investor yang akan menanamkan modal di Indonesia, khususnya pada sektor waste to energy, sumber daya mineral, industri pertanian, padat karya, serta garmen.
Teddy menjelaskan, dalam arahannya Presiden menegaskan bahwa program hilirisasi tidak hanya difokuskan pada sektor energi dan mineral, tetapi juga harus diperluas ke sektor pertanian dan perikanan.
“Presiden menginginkan hilirisasi tidak hanya di bidang energi dan mineral, tetapi juga diperluas ke bidang pertanian dan perikanan,” ujarnya.
Langkah ini menegaskan arah kebijakan pemerintah dalam membangun ekonomi berbasis nilai tambah, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat daya saing nasional dari hulu hingga hilir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









