Akurat Logo

PTPN IV Gelontorkan Rp12,9 M untuk Digitalisasi Sekolah Pelosok

Esha Tri Wahyuni | 5 Mei 2026, 18:45 WIB
PTPN IV Gelontorkan Rp12,9 M untuk Digitalisasi Sekolah Pelosok
Lebih dari 500 program pendidikan dijalankan PTPN IV sepanjang 2025-2026, termasuk distribusi perangkat digital ke wilayah terpencil.

AKURAT.CO Akselerasi digitalisasi pendidikan di wilayah terpencil mulai menunjukkan perkembangan konkret setelah PTPN IV PalmCo menyalurkan perangkat komputer dan akses internet ke sejumlah sekolah pelosok sepanjang 2025 hingga awal 2026.

Data perusahaan mencatat, realisasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sektor pendidikan mencapai lebih dari Rp12,9 miliar dalam periode Januari 2025 hingga Maret 2026.

Dalam kurun 15 bulan tersebut, lebih dari 500 program pendidikan dijalankan, termasuk distribusi 37 unit komputer, 24 laptop, 20 modem internet, serta tiga unit proyektor ke sekolah-sekolah di wilayah terpencil.

Baca Juga: PTPN IV Dorong Wirausaha Kopi Lewat Pelatihan Barista

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, memastikan seluruh perangkat telah diterima oleh sekolah sasaran dan mulai digunakan dalam kegiatan belajar-mengajar.

“Seluruh perangkat telah didistribusikan. Harapannya, sekolah-sekolah di pelosok kini bisa terhubung dengan dunia luar melalui jaringan internet yang memadai,” kata Jatmiko dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Jatmiko menegaskan keterbatasan infrastruktur digital selama ini menjadi hambatan utama dalam pembelajaran di daerah terpencil. Karena itu, perusahaan mendorong pembentukan ekosistem cyber education agar kualitas pendidikan tidak tertinggal.

“Perkembangan pendidikan menuntut adaptasi terhadap teknologi. Kami ingin berkontribusi agar sekolah-sekolah di sekitar wilayah operasional tidak tertinggal dalam hal literasi digital,” ujarnya.

Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan nasional. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 menekankan bahwa transformasi pendidikan tidak hanya soal pemerataan akses, tetapi juga kualitas dan relevansi berbasis teknologi.

Secara historis, kesenjangan digital masih menjadi tantangan besar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pada 2024, indeks pembangunan teknologi informasi dan komunikasi (IP-TIK) masih timpang antara wilayah perkotaan dan pedesaan, terutama di sektor pendidikan dasar.

Baca Juga: PTPN IV PalmCo Pulihkan 223 Hektare Lahan, Aset Negara Kembali Produktif

Akses internet sekolah di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) juga masih berada di bawah rata-rata nasional.

Di tingkat sekolah, dampak bantuan mulai dirasakan langsung. Kepala SMPN 2 Tanjung Medan, Kabupaten Rokan Hilir, Mutiara, menyebut perangkat digital yang diterima mampu memperlancar proses pembelajaran.

“Kami sangat terbantu. Dengan adanya komputer dan akses internet, kegiatan belajar-mengajar menjadi lebih lancar dan referensi materi bisa diakses dengan mudah,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Kepala SDN 006 Pendalian, Kabupaten Rokan Hulu, Bambang Asrita. Ia mengungkapkan sebelumnya pihak sekolah harus pergi ke pusat kecamatan hanya untuk mengakses materi berbasis internet.

“Sekarang fasilitas itu sudah tersedia di sekolah. Ini sangat membantu, terutama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di daerah kami,” kata Bambang.

Distribusi perangkat digital ini berpotensi mempercepat peningkatan literasi digital pelajar serta mendukung implementasi kurikulum berbasis teknologi. Dalam jangka menengah, hal ini juga dapat memperkecil kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah yang selama ini menjadi isu struktural.

Selain itu, inisiatif korporasi ini memperkuat peran sektor swasta dalam mendukung agenda pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Kolaborasi antara dunia usaha dan sektor pendidikan dinilai menjadi faktor kunci untuk mempercepat transformasi digital nasional, terutama di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.