CNG 3 Kg Dikembangkan, Kementerian ESDM Target Produksi Massal Segera

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mengkaji pengembangan tabung gas Compressed Natural Gas (CNG) ukuran 3 kilogram (Kg).
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengungkapkan bahwa teknologi tabung CNG sebenarnya telah berkembang sejak lama, dimulai dari tipe 1 yang seluruhnya berbahan logam.
“Tapi intinya CNG ini kita sudah menemukan satu tabung, tabung ini sebenarnya kalau kita lihat, kita baca di literatur tabung untuk CNG itu tahun 1920 itu sudah ada yang mengembangkan pertama kali namanya CNG tipe 1,” kata Laode dalam acara talkshow ‘CNG & LNG untuk Rakyat’ di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Baca Juga: Kebut Proyek Hilirisasi, Kementerian ESDM Intensifkan Koordinasi dengan Danantara
Seiring perkembangan teknologi, inovasi terus berlanjut hingga kini memasuki generasi tipe 4. Berbeda dengan tipe sebelumnya, tabung CNG tipe 4 menggunakan material komposit berbasis serat (fiber) yang jauh lebih ringan namun tetap kuat.
Menurut Laode, Indonesia tengah mengembangkan tabung CNG tipe 4 berkapasitas 3 kg yang disebut-sebut berpotensi menjadi yang pertama di dunia.
“Itulah yang dikejar dalam waktu Pak Menteri sampaikan 3 bulan ke depan itu sudah ada tipe 4 untuk 3 kilogram. Dan dari situ nanti kita sudah mulai memproduksi dalam jumlah yang lebih masif,” ujarnya.
Nantinya, jika tabung tersebut berhasil diproduksi massal, penggunaan CNG diyakini dapat menjadi alternatif energi yang lebih efisien dan ekonomis.
Pemerintah, kata Laode memperkirakan pemanfaatan CNG dapat menekan beban subsidi energi, khususnya LPG, hingga 20–30%.
“Inilah yang nanti kemudian ketika dihitung-hitung, kemarin juga sudah disampaikan bahwa bisa menurunkan 20-30% dari apa yang, porsi yang dikeluarkan untuk LPG,” tutur Laode.
Baca Juga: CNG Pengganti LPG
Diberitakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendorong pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif energi pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG), salah satunya dalam bentuk tabung 3 Kg.
Bahlil menjelaskan bahwa CNG pada dasarnya merupakan gas seperti LPG, namun memiliki karakteristik berbeda dan saat ini sudah mulai digunakan di sejumlah sektor, seperti hotel, restoran, serta beberapa program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kemudian munculah ide untuk kita bikin CNG, CNG ini adalah sama juga gas, tapi dia bukan LPG dan sekarang sudah dipakai untuk hotel, restoran dan beberapa MBG-MBG,” kata Bahlil dalam acara Sinergi Alumni IPB Untuk Bangsa dikutip, Minggu (3/5/2026).
Lebih lanjut, Bahlil menyebut pemerintah tengah menyiapkan pengembangan CNG untuk segmen lainnya, termasuk sebagai alternatif pengganti LPG 3 kilogram.
“Tetapi untuk yang 3 kilogramnya Ini baru mau dibuat dan ini costnya lebih murah 30-40%,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






