Lewat KTT ASEAN ke-48, RI Dorong Integrasi di Tengah Eskalasi Tekanan Global

AKURAT.CO Menteri Perdagangan, Budi Santoso, bertolak ke Cebu, Filipina, Rabu (6/5/2026), untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang akan berlangsung pada 7–8 Mei 2026.
Pertemuan ini menjadi krusial di tengah meningkatnya tekanan global terhadap stabilitas ekonomi kawasan Asia Tenggara. Budi menegaskan Indonesia mendorong penguatan integrasi ekonomi ASEAN sebagai respons terhadap dinamika global.
“Indonesia ingin memastikan ASEAN tetap menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, serta mampu merespons berbagai tantangan global bersama-sama,” ujar Budi dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).
Baca Juga: Mendag Sebut 80 Persen Produk Ritel Modern Dikuasai Lokal
Secara data, ASEAN tetap menjadi salah satu kawasan dengan pertumbuhan relatif stabil. Berdasarkan laporan Sekretariat ASEAN, pertumbuhan ekonomi kawasan diproyeksikan berada di kisaran 4,6%–4,8% pada 2026, dengan total nilai perdagangan mencapai lebih dari USD3,8 triliun pada 2025.
Namun, tekanan eksternal seperti konflik geopolitik, fragmentasi rantai pasok global, dan volatilitas harga energi menjadi risiko utama yang dibahas dalam forum tersebut.
Dalam agenda KTT, Indonesia menyoroti 3 fokus utama, yakni penguatan ketahanan energi dan pangan, stabilisasi rantai pasok regional, serta peningkatan peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pemerintah menilai sektor UMKM yang menyumbang lebih dari 97% unit usaha di ASEAN perlu diperkuat agar mampu bertahan dalam kondisi ketidakpastian global.
Selain itu, Budi dijadwalkan menghadiri Joint ASEAN Foreign and Economic Ministers’ Meeting (AMM-AEM) serta mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam 27th ASEAN Economic Community Council Meeting. Forum tersebut menjadi ruang koordinasi utama kebijakan ekonomi lintas negara ASEAN.
Secara historis, ASEAN telah membangun integrasi ekonomi melalui pembentukan ASEAN Economic Community (AEC) sejak 2015, yang bertujuan menciptakan pasar tunggal dan basis produksi regional.
Namun, dalam satu dekade terakhir, efektivitas integrasi ini kerap diuji oleh krisis global, mulai dari pandemi Covid-19 hingga konflik geopolitik yang memicu disrupsi perdagangan.
KTT ke-48 ASEAN kali ini juga diharapkan memperkuat kerja sama intra-kawasan melalui peningkatan perdagangan regional yang saat ini masih berada di kisaran 21%–23% dari total perdagangan ASEAN.
Angka ini dinilai masih lebih rendah dibandingkan Uni Eropa yang mencapai lebih dari 60%, sehingga integrasi ekonomi ASEAN dinilai masih memiliki ruang penguatan.
Dari sisi dampak, penguatan integrasi ekonomi ASEAN berpotensi menjaga stabilitas ekspor Indonesia, yang sekitar 22% ditujukan ke negara-negara ASEAN. Selain itu, stabilisasi rantai pasok dan energi dapat menekan risiko inflasi impor serta menjaga daya beli masyarakat di tengah volatilitas global.
Sebagai bagian dari agenda, Budi juga akan menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Filipina yang bertujuan memperluas kerja sama business to business (B2B). Forum ini menjadi penting untuk mendorong perdagangan bilateral yang pada 2025 tercatat mencapai sekitar USD10 miliar antara kedua negara.
Pemerintah menilai hasil KTT ini akan menjadi pijakan kebijakan ekonomi kawasan ke depan, khususnya dalam menghadapi potensi perlambatan ekonomi global.
“Kami berharap KTT ke-48 ASEAN menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarnegara anggota dalam menjaga stabilitas kawasan serta mendorong kerja sama yang semakin erat dan responsif terhadap dinamika global,” kata Budi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










