Akurat Logo

Tren Permintaan Emas Mencetak Rekor Sejarah, Kapasitas Produksi Nasional Perlu Ditingkatkan

Idham Nur Indrajaya | 7 Mei 2026, 18:37 WIB
Tren Permintaan Emas Mencetak Rekor Sejarah, Kapasitas Produksi Nasional Perlu Ditingkatkan
Permintaan emas global mencetak rekor tertinggi. Antam dan MIND ID meningkatkan kapasitas produksi emas nasional untuk memenuhi kebutuhan logam mulia yang terus naik. Sumber foto: MIND ID

AKURAT.CO Permintaan emas terus meningkat secara global. Melihat tren ini, pebisnis pertambangan nasional perlu memperkuat kemandirian ekosistem industri emas nasional melalui peningkatan kapasitas pengolahan logam mulia dalam negeri.

Permintaan Emas Global Naik Tajam

Menurut data World Gold Council, total permintaan emas kuartal I, termasuk transaksi over-the-counter (OTC), naik 2% secara tahunan menjadi 1.231 ton. Kenaikan volume dipandang sangat solid ini, di tengah lonjakan harga emas yang signifikan, mendorong nilai permintaan kuartalan melonjak 74% menjadi rekor US$193 miliar.

Permintaan emas batangan dan koin mencapai 474 ton atau naik 42%, menjadi kuartal tertinggi kedua sepanjang sejarah. Investor Asia menjadi pendorong utama dengan memborong berbagai produk investasi emas secara agresif.

Baca Juga: Harga Emas Kian Agresif, Nellava Bullion Dorong Investor Lebih Cepat Ambil Keputusan

Baca Juga: Inflasi Tahunan April 2026 Tembus 2,42 Persen Didorong Emas dan Kelompok Pangan

Peluang Besar bagi Industri Tambang Nasional

Pengamat BUMN dan Direktur NEXT Indonesia Center Herry Gunawan mengatakan tren peningkatan permintaan emas yang signifikan ini memberikan dua alasan bagi Indonesia khususnya melalui perusahaan tambang emas Negara untuk proaktif dalam meningkatkan produksinya.

Pertama, BUMN pertambangan bisa mengambil peluang peningkatan profit dari lonjakan ini. Kedua, peningkatan produksi turut meringankan neraca perdagangan emas yang defisit.

Terlebih sejak 2021, Indonesia mengalami defisit dan telah menjadi net importer. Kondisi tersebut disebabkan oleh impor yang lebih besar guna memenuhi kebutuhan dalam negeri dibandingkan dengan ekspor.

“Di saat demand terhadap emas tinggi, tentu sudah jadi sentimen positif bagi BUMN tambang emas. Kondisi seperti itu akan mendorong kenaikan harga. Karena itu, peningkatan produksi menjadi sangat penting,” ungkap Herry melalui catatan tertulis yang diterima AKURAT.CO, Kamis, 7 Mei 2026.

Baca Juga: Bukukan Pendapatan 139 Triliun, Integrasi Hilirisisi MIND ID Dinilai Efektif

Baca Juga: Pentingnya Industri Mineral bagi Ekonomi Indonesia: Peran MIND ID, Hilirisasi, dan Penguatan Nilai Tambah

Antam Perkuat Kapasitas Produksi Emas

Seiring dengan itu, anak usaha holding pertambangan MIND ID melalui PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) telah berupaya meningkatkan produksi melalui pembangunan pabrik manufaktur emas logam mulia di Gresik.

Antam telah memulai pembangunan pabrik manufaktur emas logam mulia di Gresik dengan kapasitas hingga 30 ton per tahun. Fasilitas ini akan menambah kapasitas produksi kepingan emas yang telah dimiliki Antam di Pulogadung, Jakarta, dengan kapasitas produksi 40 ton per tahun.

Dalam rantai pasok ini, pasokan emas batangan berasal dari dua sumber utama, yakni tambang emas Antam di Jawa Barat sekitar 1 ton per tahun, serta Precious Metal Refinery (PMR) PT Freeport Indonesia yang mampu mengolah lumpur anoda menjadi emas batangan sekitar 50–60 ton per tahun.

Ekosistem Bullion Indonesia Diperkuat

Dengan rantai pasok industri terintegrasi ini, Pemerintah melalui Grup MIND ID memperkuat ekosistem bullion Indonesia untuk memenuhi permintaan emas logam mulia nasional diperkirakan mencapai sekitar 70 ton per tahun dan terus meningkat.


Baca Juga: Dari Bauksit ke Baterai EV, MIND ID Bangun Rantai Hilirisasi Menuju Industri Masa Depan Indonesia

Baca Juga: Maroef Sjamsoeddin Raih Green Leadership PROPER 2025, Bukti Komitmen Keberlanjutan MIND ID

FAQ

Mengapa permintaan emas global terus meningkat?

Permintaan emas global meningkat karena banyak investor mencari aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. Selain itu, kenaikan minat investasi emas batangan dan koin di Asia turut mendorong lonjakan permintaan emas dunia.

Apa dampak kenaikan permintaan emas bagi Indonesia?

Kenaikan permintaan emas memberikan peluang peningkatan pendapatan bagi industri tambang nasional. Indonesia juga dapat memperkuat produksi dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan impor emas.

Berapa kapasitas pabrik emas Antam di Gresik?

Pabrik manufaktur emas logam mulia Antam di Gresik memiliki kapasitas produksi hingga 30 ton per tahun. Fasilitas ini akan melengkapi kapasitas produksi Antam di Pulogadung yang mencapai 40 ton per tahun.

Mengapa Indonesia disebut net importer emas?

Indonesia disebut net importer emas karena sejak 2021 nilai impor emas lebih besar dibandingkan ekspor. Kondisi ini terjadi untuk memenuhi kebutuhan emas domestik yang terus meningkat.

Dari mana pasokan emas batangan Indonesia berasal?

Pasokan emas batangan Indonesia berasal dari tambang emas Antam di Jawa Barat dan Precious Metal Refinery PT Freeport Indonesia yang mengolah lumpur anoda menjadi emas batangan.

Apa itu ekosistem bullion Indonesia?

Ekosistem bullion Indonesia merupakan rantai industri emas terintegrasi yang mencakup produksi, pengolahan, hingga distribusi logam mulia untuk memenuhi kebutuhan pasar nasional dan memperkuat industri emas domestik.

Mengapa peningkatan produksi emas nasional penting?

Peningkatan produksi emas nasional penting untuk memenuhi permintaan dalam negeri, menjaga stabilitas pasokan, meningkatkan keuntungan industri tambang, dan membantu memperbaiki neraca perdagangan emas Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.