Akurat Logo

Bulog Bidik Jadi Orkestrator Logistik Pangan Nasional

Esha Tri Wahyuni | 11 Mei 2026, 16:00 WIB
Bulog Bidik Jadi Orkestrator Logistik Pangan Nasional
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani

AKURAT.CO Perum Bulog menargetkan transformasi besar dengan membidik posisi sebagai orkestrator logistik nasional hingga internasional di tengah penguatan cadangan beras pemerintah yang kini mencapai 5,23 juta ton.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, Bulog tidak lagi hanya berperan sebagai operator distribusi pangan, melainkan akan menjadi pengelola utama rantai pasok pangan nasional secara terintegrasi.

“Bulog bukan hanya sebagai peserta penyalur logistik nasional, namun kelak ke depan sebagai orkestrator logistik nasional maupun orkestrator logistik internasional,” kata Rizal saat membuka Bazar dan Gerakan Pangan Murah dalam rangkaian HUT ke-59 Bulog di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Baca Juga: Amran Audiensi dengan BEM SI, Buktikan Surplus Beras di Gudang Bulog Bukan dari Impor

Transformasi tersebut muncul di tengah meningkatnya tantangan distribusi pangan global, mulai dari gangguan rantai pasok, gejolak harga komoditas, hingga ancaman krisis pangan akibat perubahan iklim dan tensi geopolitik.

Bulog akan memperluas fungsi dari sekadar penyimpanan dan distribusi beras menjadi pengendali sistem logistik pangan nasional. Artinya, Bulog akan mengatur perencanaan, integrasi distribusi, hingga sinkronisasi pasokan pangan lintas wilayah bahkan lintas negara.

Langkah ini diperkuat dengan posisi cadangan beras pemerintah yang saat ini berada di level tinggi. Sebelumnya, Bulog menyatakan stok beras nasional telah mencapai 5,23 juta ton dan diklaim aman hingga tahun depan. Angka tersebut menjadi salah satu level stok tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan produksi beras nasional pada 2025 mengalami perbaikan dibanding periode pandemi COVID-19. Kenaikan produksi dan serapan gabah memberi ruang lebih besar bagi Bulog untuk memperkuat fungsi stabilisasi pangan nasional.

Secara historis, Bulog selama puluhan tahun dikenal sebagai lembaga stabilisasi harga dan pengelola cadangan beras pemerintah. Namun dalam satu dekade terakhir, peran Bulog mulai bergeser mengikuti dinamika perdagangan pangan global serta digitalisasi sistem logistik nasional.

Baca Juga: Bulog Pastikan Distribusi Minyakita Berjalan Berkelanjutan

Transformasi menjadi orkestrator logistik dinilai penting karena distribusi pangan nasional masih menghadapi persoalan klasik, mulai dari disparitas harga antarwilayah, tingginya biaya logistik, hingga ketimpangan infrastruktur gudang dan transportasi pangan.

Bank Dunia sebelumnya mencatat biaya logistik Indonesia masih berada di kisaran lebih dari 14 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), lebih tinggi dibanding sejumlah negara ASEAN. Kondisi tersebut berpengaruh langsung terhadap harga pangan di tingkat konsumen.

Penguatan peran Bulog juga dinilai strategis di tengah target pemerintah menjaga inflasi pangan tetap terkendali. Berdasarkan data BPS, kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi salah satu penyumbang utama inflasi nasional dalam beberapa tahun terakhir.

Rizal mengatakan momentum HUT ke-59 Bulog menjadi titik penguatan transformasi perusahaan agar lebih profesional, modern, dan adaptif dalam menjaga stabilitas pangan nasional.

“Harapan kami milad ini ke depan memberikan semangat kepada seluruh karyawan Bulog untuk lebih berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara,” ujarnya.

Selain transformasi bisnis, Bulog juga menggelar berbagai kegiatan sosial dalam rangka HUT perusahaan. Kegiatan tersebut meliputi Gerakan Pangan Murah (GPM), pembagian 1.000 paket sembako gratis, santunan anak yatim, hingga donor darah.

Bulog menyatakan perayaan HUT tahun ini dilakukan secara sederhana dengan fokus pada kegiatan sosial dan pelayanan masyarakat dibanding seremoni besar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.