Akurat Logo

Transformasi BUMN Dorong Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

Saeful Anwar | 12 Mei 2026, 15:41 WIB
Transformasi BUMN Dorong Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen
Logo BUMN.

AKURAT.CO Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen pada triwulan I 2026 dinilai tidak terlepas dari transformasi pengelolaan badan usaha milik negara (BUMN) yang dilakukan pemerintah.

Pengamat politik ekonomi, Arman Saputra, menilai, pembentukan Badan Pengelola (BP) BUMN dan Danantara menjadi langkah strategis dalam memperkuat kontribusi perusahaan pelat merah terhadap perekonomian nasional.

“Transformasi BUMN melalui BP BUMN dan Danantara membuat perusahaan negara lebih fokus, profesional, dan terintegrasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujar Arman dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026).

Menurut dia, selama ini BUMN kerap menghadapi persoalan birokrasi yang membuat pengambilan keputusan berjalan lambat.

Namun, restrukturisasi yang dilakukan pemerintah di era Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan dampak positif.

Arman menilai pemisahan fungsi regulator dan operator membuat BUMN lebih fleksibel dalam menjalankan bisnis serta meningkatkan efektivitas pengelolaan aset negara.

Ia mencontohkan kinerja bank-bank Himbara pada kuartal I 2026 yang mencatat pertumbuhan laba bersih rata-rata 12,4 persen secara tahunan.

Selain itu, penyaluran kredit meningkat 11,8 persen dengan fokus pada sektor UMKM dan hilirisasi industri.

Baca Juga: Aquviva Sukses Menarik Perhatian Pasar, Loyalitas Konsumen Mulai Jadi Tantangan

“Peningkatan kredit itu berdampak langsung terhadap penguatan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja,” katanya.

Selain sektor perbankan, Arman menyebut BUMN pangan seperti Perum Bulog dan ID FOOD turut berperan menjaga daya beli masyarakat melalui stabilitas pasokan dan harga pangan.

Ia juga mengungkapkan sinergi BUMN pada awal 2026 telah menyumbang pajak, dividen, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp120 triliun hingga Rp135 triliun.

Menurut Arman, capaian pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi sinyal positif bagi investor asing terhadap iklim investasi Indonesia.

Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah masih memiliki pekerjaan besar untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen sebagaimana dicanangkan Presiden Prabowo.

“Transformasi BUMN ini baru langkah awal untuk membangun fondasi ekonomi nasional yang lebih kuat dan berdaya saing,” tuturnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.