Cak Imin: CSR BUMN Bisa Jadi Jalan SDM Tembus Pasar Global

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memperluas peran dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berdaya saing global, termasuk membuka peluang kerja ke luar negeri.
Dorongan ini disampaikan dalam agenda pelepasan pekerja migran di Tangerang, Jumat (3/4/2026).
“Saya mengajak BUMN-BUMN yang ada, dan Insya-Allah bersama Ketua Komisi VI, kita akan dorong BUMN semakin banyak menyiapkan tenaga kerja yang siap bekerja di luar negeri,” kata Muhaimin.
Baca Juga: Mudik Gratis BUMN 2026 Bersama BNI Disambut Antusias, Ribuan Pemudik Rasakan Manfaat
Sebagai langkah konkret, pemerintah bersama BUMN dan mitra terkait telah memberangkatkan sedikitnya 200 calon pekerja migran Indonesia (PMI) melalui skema Specified Skilled Worker (SSW) di sektor manufaktur.
Rinciannya, 50 orang melalui program corporate social responsibility (CSR) PT Angkasa Pura, 30 orang dari CSR PT Kereta Api Indonesia, dan 120 orang melalui fasilitasi Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).
Muhaimin menekankan, peran BUMN dapat dioptimalkan melalui program CSR untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja.
“Dengan penguatan kompetensi, produktivitas meningkat dan peluang kerja ke luar negeri akan semakin terbuka sesuai kebutuhan masing-masing negara,” ujarnya.
Data Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menunjukkan penempatan PMI sepanjang 2024 mencapai lebih dari 274 ribu orang, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, remitansi PMI berdasarkan data Bank Indonesia pada 2023 tercatat mencapai sekitar USD9,4 miliar atau setara Rp145 triliun, menjadi salah satu penyumbang devisa signifikan bagi perekonomian nasional.
Program pemberangkatan ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan SMK Go Global yang menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto.
Program tersebut diinstruksikan dalam rapat kabinet pada 5 November 2025 sebagai strategi memperluas akses tenaga kerja Indonesia ke pasar internasional.
“Program SMK Go Global yang berjalan hari ini adalah langkah awal, sebuah fase ploting yang didukung pembiayaan CSR BUMN. Dari sini, model program diuji dan disempurnakan,” kata Muhaimin.
Baca Juga: BP BUMN Lepas 116 Ribu Peserta Mudik Gartis BUMN 2026
Secara historis, kebijakan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri telah menjadi strategi pemerintah sejak dekade 1980-an untuk mengurangi pengangguran domestik dan meningkatkan devisa negara.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pendekatan mulai bergeser dari tenaga kerja informal ke tenaga kerja terampil, seiring meningkatnya permintaan global terhadap skilled worker, terutama di negara seperti Jepang melalui skema SSW.
Muhaimin menyebut, talenta Indonesia memiliki keunggulan kompetitif dibanding negara lain.
“Talenta kita punya kultur yang bagus, profesionalisme yang terukur, dan akhlak yang baik,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









